PGRI Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan IKIP Siliwangi Gelar Diskusi Publik Nasional dan Workshop pendidikan.
Media jabar net -. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan IKIP Siliwangi menyelenggarakan Diskusi Publik Nasional dan Workshop Pendidikan dengan tema “Pengaruh Lingkungan Sosial dan Digital terhadap Kualitas Literasi Numerasi Peserta Didik”, beberapa waktu lalu bertempat di Kampus IKIP Siliwangi, Cimahi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih perlunya penguatan literasi numerasi peserta didik Indonesia, sebagaimana tercermin dalam berbagai hasil asesmen nasional maupun internasional, seperti Asesmen Nasional dan Program for International Student Assesment (PISA). Transformasi sosial dan digital yang berlangsung cepat di satu sisi menghadirkan peluang besar dalam pembelajaran, namun di sisi lain memunculkan tantangan serius berupa distraksi belajar, kesenjangan akses, serta dampak psikologis dan sosial-emosional peserta didik.
Diskusi publik ini menghadirkan para pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi guru, lembaga penjaminan mutu dan akreditasi, hingga pakar pendidikan, teknologi, dan psikologi. Hadir sebagai narasumber antara lain Rektor IKIP Siliwangi, Ketua PGRI Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat, Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (BAN-PDM), serta para pakar pendidikan dan psikologi di lingkungan Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, Rektor IKIP Siliwangi menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan, riset, dan praktik pembelajaran di kelas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan model pembelajaran literasi numerasi yang adaptif terhadap perkembangan digital namun tetap humanis dan berkelanjutan, hal ini sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah.
Ketua PGRI Jawa Barat dalam pemaparannya menegaskan bahwa peningkatan literasi numerasi tidak dapat dilepaskan dari kualitas lingkungan sosial dan digital tempat peserta didik tumbuh dan belajar. “Guru membutuhkan dukungan kebijakan, ekosistem pembelajaran yang sehat, serta pemanfaatan teknologi yang berimbang agar literasi numerasi berkembang secara utuh, tidak hanya kognitif tetapi juga karakter,” ujarnya.
Selain diskusi publik, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan ”Workshop Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif melalui Pembelajaran Literasi Numerasi”. Workshop ini membekali guru-guru yang tergabung di PGRI Provinsi Jawa Barat, dengan strategi pembelajaran praktis, penguatan critical thinking dan creative problem solving, serta pemanfaatan teknologi digital secara pedagogis dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, IKIP Siliwangi, PGRI Jawa Barat, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi numerasi peserta didik di tengah dinamika sosial dan digital yang terus berkembang.(yd(
