Mahasiswa KKN UPI Di Sektor 22 mengenalkan sampah plastik menjadi Ecobrick
Media Jabar.Net.Bandung –
Jumat (10/01/2020) Mahasiswa KKN UPI yang berada di sektor 22 memperkenalkan cara mengelola sampah plastik menjadi Ecobrick bersama Perangkat Desa Sekeloa dan ibu-ibu PKK, kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sekeloa Jl. Tubagus Ismail XII No. 5, Bandung Jawa Barat.
Penggunaan plastik dan produk berbahan dasar plastik semakin meningkat apalagi sifat dasar plastik yang kuat dan tidak mudah rusak oleh pelapukan, sehingga banyak sekali sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah.
“Dengan banyaknya sampah plastik yang menumpuk apalagi untuk saat ini, masih sedikit pemanfaatan sampah plastik yang signifikan oleh karena itu kami selaku mahasiswa KKN UPI Bersama Perangkat desa Sekeloa sedang gencar-gencarnya mengelola plastik menjadi Ecobrick” ujar Abdul Hafizh
Ama selaku ketua KKN UPI kelurahan Sekeloa.
Lebih lanjut pak tirta selaku lurah sekeloa mengatakan “ bayangkan saja berapa banyak sampah plastik yang bisa kita manfaatkan kembali tanpa harus membuang atau membakarnya, hanya bermodalkan 1 botol bekas air mineral dan sampah plastik yang orang pakai setiap harinya,jadi dengan cara sederhana Ecobrick dapat membantu menekan persoalan sampah plastik di Indonesia.”
Ecobrick adalah usaha kreatif dalam penanganan sampah plastik atau bisa disebut juga bata ramah lingkungan, sampah plastik diolah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bahan yang di butuhkan hanya botol bekas ukuran 600-1500 ml, sampah plastik, kayu, gunting serta kain. Proses pembuatannya sangat mudah, pertama-tama kumpulkan botol bekas dan sampah plastik usahakan jika kotor bersihkan terlebih dahulu menggunakan kain dan sampah yang digunakan harus kering, lalu gunting sampah plastik kemudian masukan sampah plastik yang sudah di gunting tadi kedalam botol bekas sampai padat kira-kira 250gram untuk botol ukuran 600 ml, cara memadatkannya dengan menggunakan kayu.
Jika botol sudah padat botol tersebut bisa digabungkan menjadi barang yang berguna bagi masyarakat. Kelurahan sekeloa sendiri mengubah bata ramah lingkungan ini untuk menghias gapura serta sofa kelurahan.
Mahasiswa KKN UPI.
Lia.
