Kab. Cirebon

Tanggapan Kritis atas Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di Kabupaten Cirebon

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Kab. Cirebon. – Kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS di Kabupaten Cirebon bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan anggaran, melainkan cerminan dari bobroknya sistem pengawasan dan lemahnya komitmen moral di tubuh birokrasi pendidikan. Ketika kepala sekolah dan bendahara bisa dengan mudah memanipulasi laporan keuangan, membuat nota fiktif, dan menggunakan dana publik untuk kepentingan pribadi, itu menandakan bahwa mekanisme kontrol internal dan eksternal nyaris tidak berfungsi.

Yang lebih memalukan, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon justru terkesan membiarkan. Pengawas sekolah, penilik, hingga pejabat dinas seolah menutup mata terhadap praktik yang jelas-jelas merugikan negara dan mencederai kepercayaan publik. Pembiaran seperti ini bukan hanya bentuk kelalaian, tetapi bisa dikategorikan sebagai penyertaan pasif dalam tindak korupsi.

Pernyataan Ketua RPABI, Rahmien Liomintono, menegaskan akar masalahnya: lemahnya pengawasan dan absennya ketegasan dari dinas pendidikan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka korupsi di sektor pendidikan akan menjadi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dunia pendidikan yang seharusnya menjadi benteng moral bangsa justru berubah menjadi ladang bancakan anggaran.

Sudah saatnya aparat penegak hukum turun tangan, bukan sekadar memeriksa laporan, tetapi membongkar jaringan penyimpangan yang mungkin melibatkan lebih dari satu sekolah. Audit forensik keuangan harus dilakukan secara terbuka, dan hasilnya diumumkan ke publik.

Lebih jauh, pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan perlu meninjau ulang sistem distribusi dan pelaporan dana BOS. Tanpa transparansi digital, partisipasi masyarakat, dan sanksi tegas bagi pelaku, maka setiap tahun kita hanya akan mendengar berita serupa: dana BOS bocor, anak bangsa dirugikan, dan pelaku tetap bebas berkeliaran.

Pendidikan tidak akan pernah maju jika uang rakyat terus dikorupsi oleh mereka yang seharusnya menjadi teladan.(red) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *