ketum RAPPI Rahmien Desak Gubernur Untuk Tangani Sekolah Yang Tolak Jalur Afirmasi
Media Jabar. Net. Bandung – Permasalahan Penerimaan Siswa Baru Jalur Afirmasi di Bandung masih banyak menyisakan masalah, meski penerimaan jalur apirmasi telah diatur oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.
Seperti yang terjadi di SMAN 4 dan SMAN 15 yang telah menolak calon siswa baru melalui jalur Afirmasi, hal ini mendapat tanggapan dari Ketua Umum Relawan Peduli Pendidikan Indonesia, ( RAPPI) Rahmien Liomintono,
Menurut Rahmin ,” SMAN 15 dan SMAN 4,yang menolak ini sangat bertentangan dengan himbauan Gubernur Jawa Barat yang mendorong agar sekolah-sekolah menerima siswa dari jalur afirmasi.” Ujar nya.
Lebih lanjut Menjelaskan Jalur afirmasi sendiri adalah langkah positif yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi semua kalangan, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Tindakan Lanjutan yang Diminta
Melihat situasi ini, Rahmien Liomintono mendesak gubernur untuk mengambil tindakan tegas dan turun langsung ke lapangan.
Beliau berharap ada penyelidikan yang menyeluruh dan solusi yang cepat agar masalah ini tidak berlarut-larut dan merugikan calon siswa yang seharusnya berhak mendapatkan pendidikan.
Pentingnya Jalur Afirmasi
Jalur afirmasi merupakan kebijakan penting yang dirancang untuk memastikan akses pendidikan yang adil dan merata. Dengan adanya penolakan dari beberapa sekolah, kebijakan ini tidak dapat berjalan dengan semestinya. Oleh karena itu, perhatian dan tindakan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk menegakkan prinsip keadilan dalam sistem pendidikan.
Harapan ke Depan
Diharapkan dengan adanya perhatian gubernur dan pihak terkait lainnya, masalah ini dapat segera diatasi. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan, sesuai dengan semangat jalur afirmasi. Rahmien Liomintono dan Relawan Peduli Pendidikan Indonesia siap mendukung langkah-langkah yang diambil demi kepentingan pendidikan yang lebih baik.(Red).
