Prioritas

Jembatan Ciloseh Rampung, Perlancar Mobilitas dan Jadi magnet Baru Warga Tasikmalaya

Bagikan berita:

Media jabar net .Tasikmalaya – Rampungnya pembangunan Jembatan Ciloseh pada bulan Januari 2023 yang berada di Lingkar Utara Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menjadi magnet baru bagi warga Tasikmalaya dan sekitarnya. Pembangunannya yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat melalui PPK 4.4 PJN Wilayah IV Jawa Barat dengan kurs sebesar Rp. 112.689.356.000, menghabiskan waktu 428 hari.
 
Selain menjadi ikon baru, Jembatan Ciloseh juga menjadi salah satu jembatan terpanjang di Kota Tasikmalaya. Hal ini dibuktikan dengan panjang yang mencapai 252,1 meter dengan lebar 22 meter. Jembatan ini juga menghubungkan Lingkar Utara Tasikmalaya di ruas jalan Provinsi Cisumur – Garuda (Letjen H. Mashudi dan Jalan Nasional Dr. Mohamad Toha Tasikmalaya) serta menuju akses Tol Getaci (Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap) yang digadang-gadang akan menjadi salah satu tol terpanjang di Indonesia dimana pembangunannya akan dimulai awal tahun 2023 ini.
 
Dengan telah rampungnya pembangunan Jembatan Ciloseh ini, Agung Yudhianto, ST, MT selaku Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat berharap perekonomian di Kota Tasikmalaya khususnya dapat meningkat lebih baik lagi.
 
“Jembatan yang telah kami bangun ini diharapkan dapat menunjang akses transportasi masyarakat di Tasikmalaya menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga perekonomian masyarakat Tasikmalaya menjadi meningkat, oleh karena itu kami menghimbau serta menghimbau kepada seluruh masyarakat di Tasikmalaya dapat menjaga jembatan ini, sehingga jembatan ini dapat bermanfaat sesuai keinginan”, ungkap Agung.
 
Jembatan Ciloseh juga menurut Agung merupakan salah satu contoh pembangunan di BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat yang menggunakan unsur Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dimana penggunaan unsur-unsur TKDN di setiap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur ke- PU-an menjadi salah satu keharusan yang telah diamanahkan oleh Menteri PUPR.
 
“Selain itu, penting pula dalam penerapan pelaporan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebagai upaya peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan mensukseskan ekspor produk dalam negeri. Kami berharap informasi perkembangan TKDN dapat dilaporkan setiap bulannya sesuai kemajuan fisik yang tercapai”, ungkap Agung.
 
Atas hasil kinerja eksekusi di PPK 4.4 PJN Wilayah IV Provinsi Jawa Barat dalam menyelesaikan pembangunan Jembatan Ciloseh tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Dedy Hariadi, ST, MT memberikan apresiasi serta menjelaskan manfaat dari Jembatan Ciloseh tersebut dimana salah satunya adalah sebagai pengurai kemacetan bagi warga yang hendak bepergian ke luar kota menghindari kemacetan di pusat kota Tasikmalaya.
 
“Yang dari arah Lapangan Udara Kota Tasikmalaya dan mobilitas dari arah Tasik Selatan yang akan menuju Ciamis atau Bandung tidak perlu lagi melewati pusat kota Tasikmalaya yang rentan terjadi kemacetan di pusat kota. Selain itu, terdapat beberapa UMKM di area Leuwianyar yang sangat terbantu dalam proses komoditasnya dengan adanya jalan dan jembatan baru ini, sehingga mempermudah dalam pengangkutan dan pengiriman produk UMKM tersebut”, ujar Dedy.
 
Sementara itu, Manajer Ruas / PPK 4.4 PJN Wilayah IV Provinsi Jawa Barat Marnala R. Chandra, ST, M.Sc yang diamanahkan mengawal langsung pembangunan Jembatan Ciloseh memberikan gambaran struktur teknis dari jembatan tersebut.
 
“Jembatan ini memiliki 2 (dua) Pilar dengan Balok Cantilever dimana proses pengecoran (cor insitu) dan stressing beam tersebut dilaksanakan langsung di lokasi. Salah satu Pilar persisnya di Pilar 2 (P2) memiliki ketinggian mencapai 13,5 meter. Kedua pilar ini yang dalam tahap pelaksanaannya memerlukan tenaga ekstra dikarenakan berbeda dengan pilar-pilar lainnya” ungkap Chandra.(yd)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *