Prioritas

Ekstrem peserta yang mengubur diri di tanah simbol Matinya nurani Terhadap penderitaan satwa yang kelaparan.

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Bandung, — Situasi di Kebon Binatang Bandung semakin memanas setelah aksi masyarakat menuntut pembenahan total pengelolaan lembaga konservasi tertua di kota ini. Berdasarkan pantauan suara-bandung.com, aksi tersebut diwarnai tindakan ekstrem dari salah satu peserta yang mengubur diri di tanah sebagai simbol matinya nurani terhadap penderitaan satwa yang kelaparan.

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis lingkungan, komunitas pecinta satwa, dan mahasiswa. Mereka menyoroti konflik berkepanjangan di tubuh pengelola yang dinilai menjadi penyebab utama terhambatnya perawatan satwa dan rusaknya fasilitas kebun binatang. Spanduk dan poster bertuliskan “Selamatkan Satwa, Akhiri Konflik!” mewarnai suasana aksi yang berlangsung damai namun penuh emosi

“Kami tidak bisa diam melihat satwa kelaparan akibat perseteruan manusia. Aksi simbolik ini menggambarkan nurani yang terkubur oleh kepentingan,” ujar salah satu peserta aksi.

Konflik internal pengelola disebut telah menyebabkan keterlambatan distribusi pakan dan minimnya perawatan. Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk segera mengambil langkah tegas, termasuk melakukan audit menyeluruh dan menunjuk manajemen baru yang profesional serta berorientasi pada kesejahteraan satwa.

Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa Kebon Binatang Bandung bukan sekadar tempat wisata, melainkan cermin tanggung jawab moral terhadap kehidupan dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *