Prioritas

Dansektor 22 Kol. Inf. Eppy Gustiawan Sisir Sungai Cipamokolan Dari Hulu Ke Hilir

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.Kota Bandung, – Sektor 22 Citarum harum yang dipimpin Kol. Inf. Eppy Gustiawan melakukan Survey ke lapangan dengan cara menyisir  Sungai Cipamokolan dari hulu sampai hilir , hal ini di lakukan nya untuk bahan karya bakti yang akan di laksanakan hari senin 2 November 2020 bersama – sama dinas terkait , survey dimulai dari Kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajati hingga Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Kamis (29/10/2020).

Dari hasil survey  di tunjuk 7 titik sasaran yang akan menjadi  fokus karya bakti , yang akan melibatkan personil satgas citarum. Kewilayahan , dinas terkait serta masyarakat yang brada di sekitar bantaran sungai Cipamokolan.

Dansektor 22 Kol. Inf. Eppy Gustiawan mengatakan ,” , Perubahan Cuaca saat ini memang sangat  berpengaruh pada kondisi Sungai , hal ini tentu menjadi perhatian kita  ,” Ujar nya.

“Seperti sedimentasi dibeberapa titik cukup tebal dan tinggi dengan badan sungai kurang lebih 9 meter terjadi sedimentasi separuhnya, sehingga sungai menjadi sempit “. Jelasnya.

Lanjut Dansektor Seperti di Antapani tengah selain sedimentasi dengan adanya bangunan liar. Mereka (penghuni bangunan liar) tidak menyadari keberadaanya dibantaran sungai sangatlah riskan.

“Mereka harus tahu, bahwa bantaran sungai selain milik pemerintah, berpungsi juga untuk kontrol, infeksi dan sebagainya. bukan untuk bangunan liar ataupun garasi. Mereka tidak menyadari arti perannya lingkungan secara utuh cuma hanya memikirkan kepentingan pribadi nya saja”. Jelasnya.

“Kita juga melihat diwilayah Cisaranten Endah tepatnya dibawah perlintasan rel kereta api, terdapat dua gorong gorong yang berpungsi untuk sungai, namun karena sedimentasi yang cukup tebal hanya satu yang berpungsi”. Tambah nya.

“Memang prosesnya dari hulu ke hilir, tapi tidak bisa menutup kemungkinan segala sesuatu itu terjadi dari hulu, tapi kita perbaiki dulu dibawahnya sehingga pelan pelan bisa teratasi, kalau di biarkan akan berdampak juga”. Ujarnya.

Dari hasil survey yang dilakukan saat ini, akan di jadikan suatu bahan dan masukan saat Zoom Meeting dengan dinas terkait sehingga paham masing masing daerah kewilayahan yang ada.

Dansektor berharap, aparat kewilayahan mulai dari Rt, Rw dan kelurahan harus ikut berpartisipasi dan rasa memiliki tentang peduli lingkungan karena dengan curah hujan yang tinggi maka akan berdampak pada kita.

“Bila kita merasa memiliki dan peduli akan kebersihan sungai maka kita juga yang merasakan. Kalau airnya bersih dapat dimanfaatkan dan bisa dirasakan oleh anak – anak”. Pungkasnya.

(Asep/Jpch).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *