Media Jabar.Net.Bandung – Pengendalian pencemaran Sungai Citarum tak hanya sekedar dari hasil pandangan mata di lapangan. Ternyata ada mata-mata digital yang juga berperan dalam proses sebuah keputusan maupun tindakan dalam penanganan masalah di Sungai Citarum.

Pemantau digital tersebut terpusat dalam pusat kendali yang selama ini ada di Sekretariat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai (PPK DAS) Citarum atau Satuan Tugas Citarum Harum yang terletak di Jalan Dago, Kota Bandung yang telah dioperasikan sejak 2020 lalu.

Pusat kendali tersebut dinamakan Command Center PPK DAS Citarum. Layaknya ruang kendali belasan monitor ada dalam ruang kendali tersebut yang terdiri dari layar utama berukuran 6 meter kali 2 meter yang menampilkan data-data gabungan dari monitor komputer yang berderet rapi di hadapan layar besar di Command Center.

Tak hanya itu ada empat ruangan yang biasa digunakan untuk kordinasi awak Satgas Citarum Harum.

Dalam ruangan tersebut sekilas terdapat data kualitas air di beberapa titik DAS Citarum, ketinggian muka air Citarum, kondisi pintu terowongan Nanjung dan lainnya yang merupakan data yang terkait kondisi terkini Sungai Citarum.

Ketua Harian Sekretariat PPK DAS Citarum, Prima Mayaningtias mengatakan, Command Center (Pusat Komando) adalah ruangan pusat visualisasi dan integrasi data, baik yang diperoleh melalui onlineoffline, internal maupun eksternal disajikan secara bersamaan di sebuah layar lebar (video wall).

“Dalam hal ini, Command Center Satgas Citarum berperan sebagai pusat data dan informasi terkait Citarum baik data public maupun data rahasia untuk kemudian diolah menjadi system pendukung kebijakan berbagai pemangku kepentingan khususnya Pimipinan Satuan Tugas Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum,”ujar Prima, Minggu (13/6/2021).

Menurut Prima, platform data informasi Command Center Satgas Citarum meliputi dashboard, website, one map policy yang bersumber dari stakeholder pelaksana PPK DAS Citarum (pentahelix). Data tersebut dijadikan bahan monitoing dan evaluasi yang pada akhirnya untuk perbaikan program dan tercapainya tujuan Citarum Harum.

Prima menuturkan, kondisi eksisting aplikasi pengguna Command Center dibagi dalam berbagai aplikasi (https://satgascitarum.jabarprov.go.id/ landing/ aplikasi berkembang), diantaranya Dashboard yang menyediakan data informasi berdasarkan hasil pengkukuran alat pantau terkait 13 program Penanganan Satgas PPK DAS Citarum (Data Publik). Kemudian One Map (Satu Peta) yang menyediakan data informasi berbasis kewilayahan/Spasial (Data Publik).

Selanjutnya, E-Monev – Sislaphar yaitu alat pelaporan Satgas PPK DAS Citarum (Authenticated User), Onlimo yang menyediakan data informasi berdasarkan alat pantau kualitas air Citarum (Publik) serta Website dan media sosial yang merupakan data statis.

“Kami juga memantau melalui IoT, CCTV,”ujar dia.

Adapun perangkat tersebut yaitu Perangkat Onlimo untuk deteksi kualitas air sungai secara realtime, Perangkat SPARING untuk deteksi saluran buang limbah cair industri (Permen LHK No P.93/2018), Perangkat sensor water debit & water level milik stakeholders (BPDAS, BBWS, PUSAIR, Badan Pengelola Waduk, dll), CCTV dengan Video Analytics untuk deteksi ketinggian air & timbunan sampah sungai, dan VTOL Drone + Wide Area Motion Imagery (WAMI) camera untuk pemantauan KJA, industri, lahan kritis, DAS, dan kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk perangkat-perangkat tersebut kendalanya yaitu pada integrasi data dari perangkat existing belum maksimal. Namun saat ini kami terus lakukan penyempurnaan,”tutur Prima.

Selain itu, pihaknya pun memantau perkembangan isu di media massa terkait Citarum dengan media analitics Citarum menggunakan platform Indonesia Indicator.

Prima menambahkan, untuk e-Monev Citarum saat ini dalam tahap pengembangan. Di antaranya, Aplikasi berbasis Web yang digunakan untuk memonitor pelaksanaan Program / Kegiatan yang ada pada Renaksi. Kemudian, memberlakukan standar kodifikasi kegiatan.

User sistem adalah Kementerian, Dan/Wadan Satgas, Sekretariat, Pokja dan OPD/SKPD terkait. Mampu memproduksi laporan Perencanaan, Monitoring Pelaksanaan dan Evaluasi Program berdasarkan Renaksi, Tahapan saat ini yaitu penyisiran kegiatan untuk proses kodifikasi dari dokumen Renaksi,”ucap dia.

Sementara itu, Tim Ahli Satgas Citarum Supardiyono Sobiri menuturkan, secara umum CC dapat diartikan sebagai tempat untuk menyediakan perintah, koordinasi, dan pembuatan keputusan dalam mendukung respon suatu kejadian penting. Tujuan dari CC adalah mengumpulkan dan memproses informasi yang dibutuhkan agar dapat memanage berbagai kejadian dan kesadaran situasional secara cepat dan efektif.

“Definisi CC itu merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan oleh institusi/perusahaan dalam menjalankan Crisis Manegement atau Business Continuity Management,” ujar dia.

“CC adalah sebuah lokasi yang lengkap dengan infrastruktur yang diperlukan, dimana seorang pimpinan bersama‐sama dengan tim, melakukan meeting, mengambil keputusan menugaskan, mengkoordinasi, memonitor dan mengontrol seluruh tindakan yang diperlukan sebagai respon terhadap krisis yang dihadapi perusahaan, meliputitindakan tanggap darurat, action plan untuk perbaikan dan pemulihan, langkah pengadaaan, dan langkah penyediaan informasi publik,”katanya melanjutkan. (*

Check Also

Khaidir Ketua MPAI Kalsel Sosialisasi Kebakaran Hutan Punya Nilai Manpaat Di Masyarakat

Media Jabar.Net.Kalsel – Rabu ( 23 /6/2021) Bertempat di Desa Pantai Linuh Kecamatan…