Sumatra Utara

Investigasi Dugaan penguasaan lahan Elegal di HPK (BAB)Tapan sebayak 100 Hektar oleh oknum Darsono

Bagikan berita:

Media Jabar. Net, Pesisir Selatan -Sumatra Barat, =====. Dugaan penguasaan lahan ilegal seluas seratus hektar di kawasan hutan produksi kompermasi (HPK) Tapan oleh seorang oknum bernama Darsono sedang dalam proses investigasi kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat dan komfermasi langsung dari tim media, LSM komunitas pemburu koropsi ( KPK) dan tokoh adat Tapan Datuk Parmay.

Informasi mengenai dugaan penguasaan lahan ini pertama kali mencuat melalui laporan warga yang resah dengan aktivitas di kawasan hutan HPK Basa Ampek Balai Tapan (BAB).

Tim media, LSM KPK RI dan Datuk Parmay melakukan kunjungan langsung ke rumah oknum yang bernama Darsono untuk di megkonfirmasi dan informasi.

Dalam pertemuan tim media LSM KPK RI dan Datuk Parmay, Darsono mengklaim bahwa lahan tersebut telah di rampas oleh pihak lain yang bernama Buyung yur,yan Busan dan Nano.

Sedangkan daduk parmay dukume yang menunjukan bahwa lahan tersebut masih tercatat atas nama Darsono sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan klaimnya.

Kami akan menindak lanjuti masalah ini dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk mediasi, penting untuk memastikan kebenaran informasi dan mencari solusi yang adil sesuai dengan hukum yang berlaku” ujar Datuk Parmay dengan tegas.

Sedapat mungkin Pihak dinas pesisir Selatan kemungkinan akan melakukan pengecekan terhadap status lahan dan izin dimiliki Darsono.

Alamat rumah kampung Serdang Dusun baru Nagari TAPAN – Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan Kabupaten pesisir selatan sumatera barat.

Martika Edison Sekjen DPP MPAI ( Masyarakat Penjaga Alam Indonesia ) menyampaikan,” kami sangat mendukung program Masyarakat untuk menjaga dan mengawasi penguasaan lahan ilegal seluas seratus hektar di kawasan hutan produksi kompermasi (HPK) Tapan oleh seorang oknum tersebut, semoga para Para pejuang ikhlas yang dengan suka rela dalam menjaga hutan dan melestarikan lingkungan hidup di Pesisir Selatan bersama masyarakat adat dan pengiat pelestarian lingkungan dapat terus berjuang bersama “, harap Martika Edison,

Sumber; Tim Investigasi. / Humas MPAI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *