Prioritas

Sub sektor 4 – 22 Citarum Harum bersama KKN Tematik UPI Goes To School di SDN Lengkong Besar VI

Bagikan berita:

Sub sektor 4 – 22 Citarum Harum bersama KKN Tematik UPI Goes To School di SDN Lengkong Besar VI Kelurahan Balong Gede Kecamatan Regol Kota Bandung. Jum’at (10/1/2020).

Satgas Citarum Harum bersama KKN UPI Di sambut Kepala Sekolah Edi Supriadi, para guru dan 300 Siswa – Siswi SDN Lengkong Besar VI Balonggede Kecamatan Regol Kota Bandung.

Di sekolah tersebut, Dansub 4 Sertu Agus Tardiman mensosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) No. 15 Tahun 2018 tentang percepatan penanggulangan pencemaran dan kerusakan DAS Citarum. Selain itu, 7 Permasalahan yang ada di sektor 22, Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM) dan Kang Pisman.

“Bahwa pentingnya kebersihan sungai dan lingkungan, untuk kita dan generasi yang akan datang, bahwa bersihnya sungai akan menunjang kepada kesehatan dan masa depan yang sukses itu tujuan dari Perpres No.15 tahun 2018″. Papar Sertu Agus.

Sementarai itu, tujuh permasalahan yang harus segera ditangani, salahsatunya Kotoran sapi dari Lembang, sebanyak 22.240 ton sehari, 80% dibuang kesegala arah bahkan ke Sungai Cibeureum dan Sungai Cikapundung, penyebab suburnya bakteri ecolly di sungai merupakan sumber panyakit bahkan stunting.

” Pengaruh kotornya sungai dan lingkungan, sehingga akan menimbulkan beberapa penyakit, utamanya diare dan stunting, karena tingkat ODF nya tinggi”. Pungkas Agus.

Sedangkan Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higieni dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

STBM menekankan pada 5 (lima) perubahan yang kita kenal dengan 5 pilar STBM diantaranya, Stop buang air besar sembarangan (Stop BABS), Cuci tangan pakai sabun (CTPS), Pengelolaan Air minum dan makanan dirumah tangga (PAMM-RT) dan pengelolaan sampah rumah tangga (PS RT) serta penelolaan limbah cair rumah tangga (PLC RT).

Adapun manfaat dari STBM, Agus mengatakan, bahwa adanya lima pilar tersebut akan membantu masyarakat untuk mencapai tingkat higinie dan paripurna , sehingga akan menghindarkan mereka dari kesakitan dan kematian akibat sanitasibyang tidak sehat.

Selanjutnya, WaliKota Bandung meluncurkan program “KANG PISMAN” Kurangi Pisahkan Dan Manfaatkan. Program ini sangat berhubungan dengan program Citarum Harum karena bisa mengurangi sampah yang ada di sungai dengan dipasangnya beberapa titik Jaring sampah di Kota Bandung.

“Program pengelolaan sampah ini merupakan bagian dari berkontribusi terkait program citarum harum”. Kata Agus.

Dari akhir Sosialisasi KKN Tematik Citarum UPI memberikan pertanyaan kepada Siswa,dan Alhamdulilah mereka bisa Menangkap dan menjawab apa yang kami Sosialisasikan.

Asep/Jpch.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *