Prioritas

Sektor 9 Sosialisasi Berkelanjutan Kepada Petani KJA di Wilayah Desa Cililin, Kec Cililin

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Bandung Barat –
Kegiatan sosialisasi berkelanjutan satgas Citarum Harum di wilayah sektor 9 kepada petani Keramba Jaring Apung (KJA) terus diupayakan. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Bongas Kec Cililin, Desa Tanjungjaya Kec Cihampelas, Desa Sarinagen Kec Cipongkor, Desa Mekarsari Cipongkor dan Desa Pangauban Kec Batujajar. Kali ini di Desa Cililin Kec Cililin. Kamis (27/7/2023).

Karena Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat berhalangan hadir, Pemaparan materi diawali oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat, PT Indonesia Power Saguling, satgas Citarum Harum sektor 9, ditutup oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Bandung Barat.

Bpk Eka Yudistira dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa KJA menjadi salah satu permasalahan yang harus dipecahkan dan dicari solusinya.

“Masalah lingkungan berupa pencemaran yang disebabkan oleh KJA yang over kapasitas, meninggalkan banyaknya sisa-sisa pakan ikan, feses ikan, juga ada limbah sterofoam dan bambu yang tidak diangkat ke darat,” ungkapnya.

Lalu Bpk Nopi dari PT Indonesia Power Saguling menuturkan bahwa rusaknya bagian hilir sungai Citarum meliputi 5 kota/kabupaten di Jabar yaitu Kab Bandung, Kab Sumedang, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kab Bandung Barat. Wilayah waduk saguling masuk ke sektor 9 dan PT Indonesia Power selaku salah satu PLTA yang faktanya memerlukan kondisi air Citarum yang jernih agar pasokan listrik di Pulau Jawa dan Bali tetap menyala.

“Kondisi waduk Saguling adalah sebagai penampung pertama dari kondisi rusaknya sungai Citarum. Kami selaku pengelola waduk diminta untuk melakukan penataan, penertiban terhadap waduk Saguling. Jadi bisa terbayang apabila kondisi Citarum rusak parah, tentu pulau Jawa dan Bali akan gelap gulita,” tuturnya.

Sementara itu, Passi Ops Lettu Inf Suryana yang mewakili Dansektor 9 menuturkan bahwa sinergitas aparat, pemerintah, dan masyarakat harus terjalin dengan damai tanpa adanya adu jotos.

“Sinergi kami dalam menjalankan tugas tidak hanya satu instansi pemerintah saja yang turun tangan agar terjalin pentahelix. Dalam hal ini, kerjasama masyarakat juga sangat penting. Makanya kami butuh kesadaran masyarakat untuk sama-sama mengembalikan kejernihan sungai Citarum,” terangnya

Ditutup penyampaian materi dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Bandung Barat, disampaikan bahwa hadir berbagai macam solusi untuk petani KJA apabila ingin beralih usaha ke usaha lainnya.

“Pelestarian waduk ini yaitu salah satunya berupa alih usaha, berupa budidaya ikan di kolam air tenang yang tentunya nanti bisa dikomunikasikan konsepnya seperti apa,” pungkasnya.

(Intan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *