Prioritas

RPABI TERIMA KUNJUNGAN DIREKTUR PNF KEMENDIKDASMEN: GERAKAN PENANGANAN ATS SEJALAN DENGAN PERPRES NO. 3 TAHUN 2026

Bagikan berita:

Media Kabar. Net. Bandung, 19 Juli 2026 – Rumah Relawan Pendidikan Anak Bangsa Indonesia (RPABI) menerima kunjungan kerja dari Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T. ke Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) RPABI, Minggu (19/7). Pertemuan berlangsung selama 3 jam dalam suasana santai, akrab, dan penuh keharmonisan, ditutup dengan jamuan makan siang sederhana yang disuguhkan oleh para relawan.

Ketua Umum RPABI Rahmien Liomintono memimpin langsung penerimaan tamu. Turut hadir jajaran pengurus pusat, daerah, dan para relawan:

  • Ketua DPD Provinsi Jawa Barat: H. Moch. Rachmat
  • Sekretaris DPD Jawa Barat: Sumargono
  • DPD Provinsi DKI Jakarta diwakili oleh: Sienny (Bendahara) dan Anto Sugiharto (Sekretaris)
  • Bendahara Umum DPP RPABI: Dedeh Rohaeti
  • Sekretaris Jenderal DPP RPABI: Mulia Darmawan
  • Sekretaris DPP RPABI: Yuyu Julaeha
  • Kepala Humas DPP RPABI: Kiki Amalluki
  • Tim IT DPP RPABI: Galih Kusuma Jaya
  • Koordinator Pusat: Ening Listiawati dan Ike Pineke
  • Pengawas RPABI: Mamat Sudrajat
  • Relawan RPABI: Evi Sulastri dan Nunung Ratnasih

Dalam pertemuan tersebut, Dr. I Gusti Made Ardana menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi RPABI menjangkau anak-anak yang tertinggal akses pendidikannya. “Apa yang rekan-rekan lakukan sudah sangat tepat sasaran. Gerakan ini bahkan sudah memiliki landasan hukum yang kuat, yaitu Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanganan dan Pencegahan Anak Tidak Sekolah. Artinya, apa yang sudah dikerjakan RPABI adalah bagian dari solusi yang diakui negara,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata terhadap kelancaran kegiatan RPABI, Dr. I Gusti Made Ardana juga menyerahkan bantuan berupa satu unit infokus.

Dijelaskan pula bahwa upaya RPABI akan menjadi rujukan nasional. “Kami sudah mencatat seluruh diskusi hari ini. Praktik baik yang dijalankan RPABI di Bandung dan wilayah lain di Jawa Barat akan kami jadikan contoh bagi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Beliau juga mendorong perluasan jaringan organisasi. “Jangan hanya ada di beberapa titik, tetapi harus menjangkau seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Jika memungkinkan, kembangkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Dengan jaringan yang luas, pendataan dan penanganan ATS akan berjalan jauh lebih cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Rahmien Liomintono menyambut baik dukungan ini sebagai tanggung jawab besar. “Apresiasi dan bantuan ini milik seluruh pengurus dan relawan yang bekerja di lapangan. Kami berkomitmen memperkuat sinergi dan memastikan tidak ada satu pun anak yang putus sekolah, demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia,” ucapnya. (Red) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *