Prioritas

Ribuan Peserta Fun Walk Ramaikan Hari Jadi BPR Dan BPRS Nasional

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. BANDUNG – Ribuan peserta Fun Walk ikut meramaikan hari jadi BPR dan BPRS Nasional di lapangan Tegalega Kota Bandung Minggu (31/5 /2026) .

Selain acara Fun Walk juga ada senam Zin wangi, selain di suguhi hiburan yang menampilkan Ada Band dan KSP juga di meriahkan lomba Band antar kampus se – Jabar. Bukan hanya itu lomba poster canpaign, Bazar UMKM, pameran edikasi perbankan, serta ratusan Door Praze.

Dalam kegiatan yang dihadiri regulator dan pelaku industri, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menegaskan bahwa dana masyarakat yang disimpan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) maupun Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) tetap aman selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Perwakilan LPS menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan dana di perbankan karena industri perbankan berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, kepercayaan masyarakat diperkuat dengan adanya skema penjaminan simpanan yang dijalankan LPS.
“Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa menyimpan uang di bank itu aman. Industri perbankan diawasi oleh OJK dan apabila terjadi masalah pada bank, LPS hadir untuk menjamin simpanan nasabah sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

LPS mengingatkan bahwa batas maksimal simpanan yang dijamin saat ini mencapai Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, penjaminan tersebut tidak otomatis berlaku bagi seluruh simpanan. Ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi atau dikenal dengan prinsip 3T.

Pertama, simpanan harus tercatat dalam pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga simpanan tidak boleh melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) yang ditetapkan LPS. Saat ini untuk BPR dan BPRS, tingkat bunga penjaminan masih berada di angka 6 persen. Ketiga, nasabah tidak boleh terlibat dalam tindakan yang merugikan bank atau tindak pidana perbankan.

“Kalau ada bank yang menawarkan bunga jauh di atas tingkat bunga penjaminan, masyarakat harus berhati-hati. Karena jika melebihi ketentuan, simpanan tersebut berpotensi tidak dijamin oleh LPS,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, para regulator menegaskan pentingnya peran BPR dan BPRS dalam mendukung perekonomian masyarakat, khususnya di daerah pedesaan dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Eksekutif Perhimpunan BPR Indonesia (Perbarindo) menyampaikan bahwa BPR dan BPRS hadir dari rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, keberadaannya harus terus diperkuat agar mampu memberikan layanan keuangan yang mudah dijangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Menanggapi pertanyaan mengenai persaingan dengan instrumen investasi lain seperti emas, regulator menegaskan bahwa BPR dan BPRS tetap memiliki posisi strategis dalam sistem keuangan nasional. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 285 juta jiwa, seluruh lembaga jasa keuangan, baik bank maupun non-bank, memiliki peran masing-masing dalam melayani kebutuhan masyarakat.

“BPR dan BPRS merupakan bagian penting dari sistem perbankan nasional. Seluruh kegiatan usahanya diatur dan diawasi oleh OJK, serta simpanannya dijamin oleh LPS selama memenuhi syarat yang berlaku,” jelas perwakilan regulator.

Melalui sinergi antara OJK, Bank Indonesia, LPS, dan industri BPR-BPRS, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan rakyat semakin meningkat. Kolaborasi tersebut juga menjadi langkah nyata untuk menciptakan industri BPR dan BPRS yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Acara Hut BPR ini di hadiri : Mustofa, Anggota Komisi XI DPR RI. Bernard Widjaja, Kepala Departemen Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan mewakili Dicky Kartikoyono. Doddy Zulverdi Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank LPSBpk Budi Joyo Santoso, Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) .Diffi Johansyah, Anggota Badan Supervisi OJK Moh. Jufrin, Anggota Badan Supervisi OJK. Agung Gunawan Raharja, Deputi Direktur Departemen Surveilans Sistem Pembayaran Bank Indonesia. Tedy Alamsyah, Ketua Umum Perbarindo Arianto wicaksono LPS , Mugiyanto, Direktur Group Manajemen Risiko Lembaga LPS . Mensuseno, Kepala Subdit Keamanan Informasi Administrasi Kependudukan Pusat, Dit. Integrasi Data Kependudukan Nasional, Ditjen Dukcapil . Eko B Supriyanto, Chairman Infobank Media Group dan Direktur Utama (CEO) Infobank. I Gede Hartadi, Waketum6. Riwandari, SekJen DPP7. Luluk, ketua Bidang Litbang. (Red) **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *