Kunjungan Kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Bersama Gubernur Jawa Barat di Purwakarta
Media Jabar. Net. PURWAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi program pemerintah pusat di bidang perumahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menyampaikan rasa syukur serta apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah daerah, jajaran pejabat, hingga masyarakat setempat yang hadir dengan penuh antusias. Ia menegaskan bahwa program yang dijalankan pemerintah saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Plered dan sekitarnya. Kami berharap Purwakarta dapat menjadi daerah percontohan bagi wilayah lain di Indonesia dalam implementasi program perumahan berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujar Maruarar.
Program yang menjadi fokus dalam kunjungan ini adalah Gentengisasi serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Gentengisasi merupakan program lanjutan dari kebijakan Presiden Republik Indonesia setelah program sebelumnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kartu Digital Masyarakat Pintar (KDMP) mulai berjalan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kesempatan yang sama menegaskan dukungan penuh terhadap program-program tersebut. Ia menilai Gentengisasi bukan sekadar program pembangunan rumah, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi para pengrajin genteng lokal di Purwakarta.
Menurut Dedi, dalam beberapa tahun terakhir, para pengrajin genteng mengalami penurunan drastis akibat pergeseran penggunaan material bangunan dari genteng tradisional ke asbes dan bahan modern lainnya. Hal ini menyebabkan banyak usaha kecil kehilangan pasar bahkan terpaksa berhenti beroperasi.
“Dengan adanya program Gentengisasi ini, kita tidak hanya membangun rumah yang lebih layak, tetapi juga menghidupkan kembali roda ekonomi masyarakat. Para pengrajin genteng akan kembali mendapatkan pasar, dan ini tentu membuka kembali lapangan pekerjaan yang sempat hilang,” jelas Dedi.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap program BSPS yang dinilai sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh hunian yang layak. Program ini memberikan stimulan kepada masyarakat untuk membangun atau memperbaiki rumah secara swadaya dengan dukungan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kebijakan yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif. Tanpa dukungan masyarakat, program ini tidak akan berjalan maksimal. Ini adalah program bersama, untuk kepentingan bersama,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Purwakarta beserta jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang acara berlangsung. Kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa program pemerintah mendapatkan respon positif dan harapan besar dari warga.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan program Gentengisasi dan BSPS dapat berjalan optimal serta memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya bagi Purwakarta tetapi juga sebagai model pengembangan bagi daerah lain di Indonesia.
( M.Sasmita )
