Kepsek SDN 3 Kasugengan lor, Diduga selewengkan dana bos
Kabupaten Cirebon, Media -jabar.Net –
Dunia pendidikan Kabupaten Cirebon, kembali tercoreng. Oknum kepala sekolah (Kasek) SD Negeri 3 Kasugengan lor, diduga menyalahgunakan wewenang dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak sesuai peruntukannya.
Indikasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sekolah SD Negri 3 Kasugengan lor, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, terindikasi di kelola, dikuasai dan dimonopoli oleh Kepala Sekolah Langsung. Sementara Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya Laporan Pertanggung Jawaban.itu pun tidak di realisasikan
Dari data yang diperoleh (MJ) media – jabar, terdapat beberapa item penggunaan dana BOS yang di anggarkan tidak sesuai dengan penerapan yang ada di lapangan, bahkan lebih parahnya lagi dana yang diduga raib di gondol oknum kepala sekolah guna kepentingan pribadi semata.
salah satu tokoh masyarakat setempat yang tidak ingin disebut namanya mengeluhkan, akibat kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan, dia menilai, penggunaan dana BOS di SD Negeri 3 kasugengan lor, pada tahun 2022 banyak penyimpangan dan patut di telusuri lebih dalam lantaran selain dinilai kurang transparan, penggunaan dana tersebut juga diduga tidak sesuai dengan penerapan yang ada bahkan terdapat unsur manipulasi data dalam pengelolaan anggaran tersebut.
ujarnya.
Nada yang sama. Di ungkap kan salah satu wali murid, dan ia mengatakan” Bangunan vaping itu barang bekas yang ada disitu dari dulu, kepala sekolah hanya tambal sulam, itu pun separoh nya baru ” Dan kami kami pun dipungut 50 ribu yang mendapat kan PIP Jelasnya.
MJ pun sambangi SDN 3 Kasugengan lor, mengkonfirmasi kepala sekolah,
Arifudin (Kepala sekolah) mengelak bahwa dirinya sesuai aturan,dan direalisasi, tentang pemagaran, dan pembelian bibit bunga, di alihkan kan untuk pemelesteran halaman,.tutur nya,
Lanjut Arifudin, untuk vaping halaman sekolah itu tadinya yang nagani komite, dan di ambil alih ke sekolah tutupnya,
Dan MJ pun datangi kepala bidang (Kabid) SD.
Ade kandar, kabid SD, ” Nanti kita kroscek ke Sekolah nya dan kalau memang ada dugaan ya kita tindak mas sesuai fakta dan aturan saja. Ujarnya..
(joei)
