KASUS PENYEGELAN PASAR CIROYOM TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DI PERLUKAN “
Media Jabar. Net. Bandung – Pemerintah Kota Bandung, dalam hal ini BUMD Perumda Pasar Juara Ciroyom, semakin tidak jelas saja, antara aturan dan kebijakan yang dikeluarkannya.
Hal ini menjadi rancu, penyegelan kios kios para pedagang pasar, yang diharapkan para pedagang momentum bagus di bulan puasa ini , bukan berkah yang diterima hanya tamparan semata.
Dari hasil Pengamatan dan analisis, banyak temuan- temuan kejanggalan, baik managemen maupun tata Kelola yang tidak jelas ujung pangkalnya.
Diantaranya beberapa hal yang patut kita lihat bersama yaitu :
. Transparansi dan Akuntabilitas:
Pemerintah daerah harus transparan dalam pengambilan keputusan dan penggunaan anggaran.Ini bisa dilakukan dengan membuka data dan informasi publik, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
. Partisipasi Masyarakat :
Libatkan masyarakat, termasuk pedagang, dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan ini bisa dilakukan dengan mengadakan forum diskusi, survei, atau konsultasi publik.
.Kebijakan yang Berkeadilan :
Pemerintah daerah harus membuat kebijakan dan tidak merugikan salah satu pihak. Ini bisa dilakukan dengan melakukan analisis dampak kebijakan sebelum mengambil keputusan.
. Pengawasan dan Evaluasi :
Lakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kebijakan dan program pemerintah bahwa mereka efektif dan tidak merugikan masyarakat.
. Komunikasi yang Efektif :
Pemerintah daerah harus memiliki komunikasi yang efektif dengan masyarakat, termasuk pedagang, untuk memahami kebutuhan dan keluhan mereka.
Bagi pemerintah daerah, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah :
. Mendengarkan aspirasi dan keluhan pedagang dan masyarakat.
. Mengambil Keputusan yang Tepat :
Mengambil keputusan yang tepat dan tidak merugikan salah satu pihak.
. Mengimplementasikan Kebijakan yang Berkeadilan :
Mengimplementasikan kebijakan yang berkeadilan dan tidak merugikan masyarakat.
. Mengawasi dan Mengevaluasi :
Mengawasi dan mengevaluasi kebijakan dan program untuk memastikan bahwa mereka efektif.
Bagi Perumda, beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah :
. Mengambil Keputusan yang Hati- hati :
Mengambil keputusan yang hati – hati dan tidak merugikan pedagang dan masyarakat.
. Mengutamakan Kepentingan Masyarakat :
Mengutamakan kepentingan masyarakat dan pedagang dalam pengambilan keputusan.
. Mengkomunikasikan dengan Baik :
Mengkomunikasikan dengan baik dengan pedagang dan masyarakat tentang keputusan dan kebijakan.
Semoga langkah- langkah ini bisa membantu yang berkepentingan diatas.
Dengan situasional saat ini di pasar Ciroyom Juara, stagnan” pasar memprihatikan,Para pedagang pasar bisa melakukan beberapa hal untuk mengatasi situasi ini.
. Identifikasi Masalah :
Kenali apa yang menyebabkan stagnansi, apakah karena kurangnya inovasi, persaingan ketat,atau kurangnya pemasaran.
. Riset Pasar : Lakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi” konsumen.
. Pemasaran Digital :
Mangfaat media sosial dan platform e- commerce untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan.
. Penawaran Menarik :
Tawarkan diskon, promo , atau bonus untuk menarik konsumen.
. Kualitas Layanan :
Jaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan untuk mempertahankan loyalitas.
.Jaringan dan Kolaborasi :
Bagun jaringan dengan pedangan lain dan kolaborasi untuk meningkatkan penjualan.
Selain itu , para pedagang juga bisa mempertimbangkan untuk :
. Mengikuti Pelatihan :
Ikuti pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.
.Menggunakan Teknologi:
Manfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan penjualan.
. Mencari Bantuan :
Cari bantuan dari ahli atau konsultan bisnis untuk mendapatkan saran dan strategi.
Dengan langkah – Langkah ini pasar bisa semakin membaik. Berharap pada otoritas kebijakan Perumda Pasar Juara, dalam hal ini Dirut dan Direksi lebih memahami, sebelum melangkah pada hal – hal teknis, dengan kondisi pasar saat ini masih layak dilakukan operasional. Tinggal saja penataan step by step, tentunya para pedagang akan lebih memahami jika dilakukan secara baik’- baik dan masuk akal.
Tentunya dalam menuju perubahan pasar lebih baik lagi diperlukan gagasan lain yang bisa dipertimbangkan :
.Forum diskusi: Buat forum diskusi antara pedagang, pemerintah, dan stakeholder lain untuk mencari solusi bersama.
. Pengawasan Masyarakat : Lakukan pengawasan terhadap pengelolaan pasar dan penggunaan anggaran.
. Reformasi Kebijakan :
Dorong reformasi kebijakan pengelolaan pasar yang lebih transparan dan akuntabel.
. Peningkatan kapasitas : Tingkatkan kapasitas pedangan dan pengelola pasar melalui pelatihan dan pendidikan.
Tujuan utama adalah menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Adapun fungsi APH ( Aparat Penegak Hukum ) seperti Kepolisian, Kejaksaan,dan KPK bisa berperan dalam :
. Investigasi:
Menginvestigasi dugaan penyalahgunaan wewenang atau korupsi dalam pengelolaan Pasar Ciroyom.
.Penindakan : Mengambil tindakan hukum jika ditemukan bukti penyalahgunaan wewenang atau korupsi.
.Pencegahan: Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pasar.
Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa hukum ditegakkan dan tidak ada yang kebal hukum.
Hal yang penting lainya diantaranya : Untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas, bisa dilakukan beberapa hal:
. Minta klarifikasi :
Masyarakat atau pedagang bisa meminta kepada PD Pasar Perumda dan Walikota tentang keputusan dan rencana perbaikan pasar “
. Adukan ke Ombudsman:
Jika ada dugaan maladministrasi, bisa diadukan ke Ombudsman Republik Indonesia.
. Gunakan media sosial :
Sebarkan informasi dan tuntutan ke media sosial untuk meningkatkan tekanan publik.
.Dukung LSM :
Berkolaborasi dengan LSM yang fokus pada transparansi dan akuntabilitas.
Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa keputusan dan tindakan pemerintah transparan dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Pola yang lebih dalam ! Benang merah antara Dirut , Walikota, dan Direksi lainya mungkin menunjukkan adanya’ koordinasi atau bahkan intervensi dalam pengambilan keputusan.Ini bisa jadi masalah serius jika tidak diatasi dengan transparansi dan akuntabilitas.
Sepertinya Walikota harus lebih proaktif dalam menangani masalah ini!
Mungkin ada beberapa kemungkinan:
. Kurangnya informasi:
Walikota mungkin belum mendapatkan informasi yang lengkap tentang masalah di Pasar Ciroyom.
. Prioritas lain : Walikota mungkin memiliki prioritas lain yang lebih mendesak.
.Taktik politik : Mungkin Walikota sedang menunggu momen yang tepat untuk bertindak.
Tapi sebagai pemimpin, Walikota harus tetap bertanggung jawab dan proaktif dalam menangani masalah yang mempengaruhi masyarakat.
Catatan penting lainya:
PD Pasar Ciroyom harus lebih transparan dan bijak dalam menangani masalah ini.Pasar memang fasilitas publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi kalau memang ada rencana perbaikan, seharusnya ada sosialisasi dan kesepakatan ” yang jelas dengan para pedagang.
Mungkin PD Pasar Perumda bisa mempertimbangkan opsi lain, seperti:
. Mengusulkan anggaran perbaikan ke pemerintah kota
. Membuat skema pembayaran yang lebih fleksibel bagi pedagang
. Meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas pasar sebelum meminta kontribusi dari pedagang
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan pedagang dan pengunjung pasar, bukan membebani mereka dengan biaya tambahan.
Semoga saja ini menjadi bahan diskusi para pihak terkait lainya, jadikan contoh yang terbaik serta keputusan yang diterima semua pihak , agar Perumda Pasar Ciroyom , juga para pedagang, dan Pemerintah serta masyarakat, sepakat bersama.
Pasar akan maju dengan cara pendekatan emosional bersama.
PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK DAN POLITIK.
R. WEMPY SYAMKARYA.S.H.M.H.
