DETIK-DETIK BUPATI AA UMBARA MEMILIH KADISHUB: Antara Merit System dan Spoil System
Media Jabar.Net.KBB -Akhir bulan Agustus ini jabatan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat yang dijabat Ade Komarudin akan berakhir karena memasuki masa pensiun. Pada rentang waktu tsb., apakah pada 31 Agustus nanti Bupati akan langsung melantik pejabat baru hasil seleksi terbuka atau menunjuk pelaksana tugas?
Seperti kita ketahui hasil tiga besar seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama untuk kepala dinas perhubungan adalah:
1. Amad Fauzan Azima, A.md LLAJ, S.Sos (jabatan saat ini: Kepala Bidang Teknik dan Sarana di Dinas Perhubungan),
2. Ir. H Suryaman Efendi, M.M (jabatan saat ini: Sekrearis Dinas Perrhubungan),
3. H. Moch. Lukmanul Hakim, S.Sos ( jabatan saat ini: Kepala Bagian Tata Pemerintahan di Sekretariat Daerah), memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing berdasarkan disiplin ilmu dan jabatan karir yang pernah dijalani.
Berbeda dengan pelantikan Asep Dendih, S.Pd, M.M. (Kepala Dinas Pendidikan) dan Ir. Heru Budi Purnomo, S.Sos, Msi. (Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) bulan lalu, hampir dikatakan berjalan mulus, tetapi untuk memilih kepala dinas perhubungan, dalam rentang waktu satu bulan belakangan ini, seolah – olah ada sesuatu yang terjadi dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan pejabat, politisi, tokoh masyarakat, ormas/lsm, media massa, dll.
Setiap kalangan memiliki jago dengan segala argumentasinya, baik secara sembunyi maupun terang-terangan hingga terbentuknya opini dua kubu, yaitu Suryaman dan Lukman. Suryaman didukung sebagian besar alumni APDN/IPDN yang masih aktif di Pemda KBB dan yang sudah pensiun, politisi, ormas/lsm, dan media massa. Lukman, rumornya mendapat dukungan dari Sekretaris Daerah dan Kepala BKPSDM, sementara Fauzan minim dari pembicaraan publik.
Lalu siapakah yang akan dipilih Bupati Aa Umbara? Menurut informasi dari tanggal 28 Agustus malam ini s.d. 30 Agustus seluruh pegawai dinas perhubungan mengadakan acara ke pangandaran untuk penglepasan Ade Komarudin dan kabarnya akan dihadiri oleh bupati. Akankah ketiga atau seorang kandidat yang bakal jadi kepala dinas menghadiri acara tsb mengingat tenggat waktu yang tersedia?
Sungguh menarik jika kita menyikapi siapa yang akan dipilih bupati dalam situasi ramai ini.
Bupati di tengah banyaknya masukan atau pandangan yang muncul dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan tertentu, pasti tidak akan memutuskan jabatan kepala dinas perhubungan karena kepentingan perorangan, kelompok dan atau kroni, (spoil system), tapi akan berdasarkan kebijakan manajemen aparatur sipil negara yang berdasarkan kualitas, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar (merit system) sesuai dengan jargon lumpaat bupati: lumampah mawa manpaat, yaitu kerja nyata yang betul – betul membawa manfaat untuk rakyat, karena mengingat pada sisa masa jabatan beliau harus membuktikan hasil kerja anak buahnya secara nyata kepada masyarakat. Semoga!!!
Oleh :JachjaT
