Prioritas

Dansektor 22 Kolonel Eppy Gustiawan Panen Jagung Hasil Pupuk Bios 44

Bagikan berita:

Media Kabar.Net.Cimenya –  Kol. Inf. Eppy Gustiawan (Dansektor 22) Citarum Harum, melakukan panen jagung bertempat di Subsektor 15  Desa Ciburial Komplek Dago Resort Cimenyan Kab. Bandung. , penen jagung yang menggunakan pupuk Bios 44 cukup menggebirakan, pasal nya tamu undangan para camat sekota Bandung ikut menikmati hasil panen mereka memetik sendiri serta membawa pulang hasil petikan nya Kamis ( 24/9/2020).

Pupuk Bios 44 cukup epektif untuk di gunakan pertanian, peternakan ikan, karena hasil nya tanaman bisa lebih cepat serta biji jagung nya lebih banyak, hal ini tentu sangat cocok untuk ketahanan pangan ,di perkotaan .

Menurut Dansektor 22 Eppy Gustiawan ,” Pengembangam pupuk Bios 44 sangat cocok untuk ketahanan pangan, kita tau bahan pertanian sebagian masih di import , jadi dengan pupuk Bios 44 ini kita bisa mengembangkan pertanian dengan memanpaatkan lahan tidur ,” Ujar nya.

Di saat pandemi sekarang ini masyarakat bisa di dorong oleh kewilayan untuk bercocok tanam,di lahan yang kosong , dari pada tidak terawat lebih baik di tanami agar bisa menjadi ketahanan pangan secara mandiri, atau Hidro Ponik dengan menggunakan pupuk bios 44 hasil nya bisa lebih cepat.

” Dampak Coviid-19 merupakan tagedi yang di hadapi dunia, sehingga meruntuhkan perekonomian masyarakat namun ketahanam pangan harus tetap kuat, maka kami dari jajaran TNI mengembangkan Bios 44 salahsatu upaya meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat,” ujar Eppy pada sambutannya dihadapan para Camat dan Lurah.

BIOS 44 merupakan pupuk hayati (biofertilizer) bersumber dari dan diproduksi secara lokal yang terbentuk dari gabungan mikro organisme, mampu memproduksi endospore yang tahan terhadap faktor lingkungan seperti panas, asam dan garam serta dapat berada di dalam lingkungan ekstrim dalam jangka waktu yang lama tanpa meninggalkan residu kimia.

Mikro organisme yang terkandung dalam BIOS 44 membentuk proses biodegradasi dengan perantara enzim yang diproduksi oleh mikro organisme ini bersifat biokatalisator dan menghasilkan zat kapur yaitu Kalsium Karbonat (CaCo3) sehingga membentuk ikatan kimia antara butiran tanah sehingga mampu meningkatkan pH tanah menjadi normal. Selain dapat digunakan untuk tanaman pangan, tanaman hias, perkebunan karet dan sawit, lahan gambut, BIOS 44 juga dapat digunakan untuk peternakan ikan.

“Selain mudah didapat juga dengan harga yang relatif murah, asal ada kemauan maka masyarakat dengan dibantu oleh aparat kewilayahan sehingga ketahanan pangan bisa terjaga,” imbuh Eppy.

Hadir pada acara tersebut, para Dansubsektor serta perwakilan kecamatan dan kelurahan, juga beberapa dinas terkait wilayah Pemkot Bandung.

(Asep/Jpch).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *