Prioritas

Dansektor 22 Kolonel Eppy Gustiawan Melaksanakan Doa Bersama Pembangunan Ipal Komunal Di Kelurahan Karasak

Bagikan berita:

Media Jabar.Net Bandung – Kota Bandung, – Dansektor 22 Citarum Harum melakukan doa bersama sebagai tanda awal pembangunan Septik Tank Komunal di Wilayah Kelurahan Karasak, kecamatan Astanaanyar Kota Bandung. Di hadiri Camat Astanaanyar, Anggota DPRD Komisi B Asep Mulyadi,serta tokoh masyarakat pembangunan ini di laksanakan oleh KSM Berseka 02 Selasa (18/5/2021).

Kegiatan tersebut dalam rangka guna memaksimalkan sistem pengolahan air limbah terpusat yang berskala lingkungan dengan tujuan sebagai upaya mewujudkan kualitas air tanah serta terciptanya sungai yang bersih bebas limbah tinja manusia dan mendukung ODF 100%.

ODF Saat ini di Kelurahan karasak baru mencapai 2% dengan adanya bantuan Ipal ini sekarang 4,7 % mud untuk thn 2021 di kel karasak pembuatan sepictank1. Kementrian PUPR pogram sanimas akan menampung 130 kk atau 500 orang. Serta bantuan dari kementrian PUPR dengan Program SandesKementrian PUPR Program Sandes padat karya 150 kk atau 700 orang. 6 titik dari Program pippk RW ditambah 3 titik dari DPKP3. harapan lurah thn 2021 harus mencapai target 30% ODF nya.

Lurah Karasak A.Sopian menyampaikan, Pembangunan IPAL Komunal merupakan bantuan dari kementerian PUPR senilai 500 juta sebagai program sanimas citarum harum. Kelurahan karasak saat ini ODF nya baru mencapai 2% namun dengan adanya pembangunan ipal komunal ini naik menjadi 4,7 % , di tambah lagi dengan berbagai program seperti Sandes. PIPPK, Dan DPK3P3 Sehingga Di harapkan Bisa Mencapai 30 % ,” Ujar Sopian.

Sopian menambahkan Anggaran ini bersumber dari APBN dengan durasi pekerjaan selama 90 hari yang dikerjakan dengan sistem swakelola , saya berharap pekerjaan ini bisa berjalan dengan baik. ” Ujarnya.

Sementara sambutan dari Kol. Inf. Eppy Gustiawan selaku Dansektor 22 Citarum Harum mengatakan, pembanguan septick tank komunal merupakan program sanimas citarum harum yang bertujuan untuk menjadikan sungai bersih sehingga menjadikan Bandung kota sehat.

“Ini merupakan salah satu tujuan program citarum harum, dengan adanya IPAl ini dapat mengatasi limbah domestik serta merubah prilaku masyarakat tidak lagi membuang tinjanya ke sungai, sehingga punsi sungai bisa sesuai harapan yaitu sungai menjadi sumber kehidupan “. Katanya.

Eppy berharap, dengan adanya program ini, kepada warga masyarakat kedepannya tinja tidak lagi dibuang ke sungai. Kita ciptakan ekosistim sungai agar bisa hidup kembali.

“Kita harapkan Bandung menjadi kota sehat dengan merubah maidset masyarakat untuk tidak membuang tinjanya ke sungai sehingga sungai menjadi bersih ” . Harapnya.

Ia berpesan, Setelah IPAl di bangun, masyarakat sekitar bisa merawat serta memelihara agar IPAL dapat di rasakan dalam waktu yang cukup lama.

“Perlu adanya edukasi dari kewilayahan dan peran masyarakat untuk pemanfaatan dan pemeliharaan dari IPAL ini”. Pesannya.

Ditempat yang sama, Camat Astanaanyar Drs.Syukur Sabar mengatakan, ” kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan mengucapkan terima kasih kepada Dansektor 22 Citarum harum dan Forkopimcam atas arahan dan bimbinganya.

“Mudah mudahan dengan adanya pembangunan IPAL Komunal ini permasalahan ODF di wilayah kiaracondong dapat tertuntaskan di tahun 2021. Astanaayar saat ini baru mencapai 57 % ODF nya ,” Pungkas nya.

Ia berharap, agar warga masyarakat untuk tidak membuang limbah tinja ke sungai, karena dapat menyebarkan penyakit terutama bakteri ecoly. Dengan dibanggunnya Septik tank komunal dapat mengatasi permasalahan tersebut.

“Seluruh masyarakat yang mampu diharapkan agar membuat septik tank secara mandiri sedangkan untuk masyarakat yang menggunakan septik tank komunal secara bersama agar menjaganya, Karena kita semua bertanggung jawab terhadap kesehatan lingkungan”. Pungkasnya.

Anggota Dewan DPRD kota Bandung Asep Mulyadi mengatakan,” pemerintah memberikan stimululus untuk membantu mengurangi tingkat pencemaran sungai, dan saya berharap pemerintah pun menjadi contoh tauladan buat masyarakat nya. Ucap Asep.

pembangunan ipal Komunal yang di laksanakan dengan swakelola oleh kelompok swadaya Masyarakat (KSM) Berseka 02 yang di pimpin Engkun , ipal komunal ini akan menampung sekurang nya 120 KK.

Engkun mengatakan ,” Pembangun harus bekerja bersama & Sama karena persoalan ini merupakan persoalan kita bersama , baik dalam pembangunan nya maupun perawatan nya kedepan , ” Pungkas nya. ( Asep/Jpch).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *