“Dibuka dengan 60 Laga, Turnamen Usia Dini Tunjukkan Antusiasme Tinggi
Media Jabar. Net. Turnamen sepak bola usia dini tahun ini mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan, menandakan semakin tingginya minat serta keseriusan pembinaan talenta muda di tingkat akar rumput. Sebanyak 48 klub dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini, terbagi dalam dua kategori usia.
Untuk kategori Kelompok Umur (KU) 10 tahun, tercatat diikuti oleh 16 klub, sementara kategori KU 12 tahun diikuti oleh 32 klub. Jumlah tersebut mencerminkan dominasi peserta pada kelompok usia 12 tahun, yang umumnya sudah memiliki pengalaman kompetisi lebih matang.
Hari Pembuka Penuh Aksi, 60 Pertandingan Digelar
Memasuki hari pertama kompetisi, panitia langsung menggelar total 60 pertandingan dalam satu hari. Rinciannya, sebanyak 40 pertandingan berlangsung di kategori KU-12 dan 20 pertandingan di kategori KU-10.
Padatnya jadwal sejak awal turnamen menunjukkan tingginya antusiasme peserta sekaligus kesiapan panitia dalam mengakomodasi jumlah pertandingan yang besar. Sejak pagi hingga sore hari, lapangan pertandingan dipenuhi oleh semangat para pemain muda yang tampil penuh energi dan determinasi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Askab PSSI Purwakarta, Kamal, menegaskan bahwa Piala Bupati 2026 merupakan langkah krusial dalam menjaga konsistensi kompetisi usia dini.
Menurutnya, kompetisi yang rutin menjadi kunci utama dalam melahirkan pemain profesional di masa depan.
Sorak sorai orang tua, pelatih, dan suporter turut menambah atmosfer kompetitif yang sehat. Tak hanya soal kemenangan, turnamen ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi para pemain untuk mengasah kemampuan teknik, kerja sama tim, serta sportivitas.
Fokus pada Konsistensi Pembinaan Usia Dini
Lebih dari sekadar kompetisi, turnamen ini menjadi bukti pentingnya konsistensi dalam pembinaan sepak bola usia dini. Dengan banyaknya klub yang terlibat, terlihat bahwa pembinaan di tingkat lokal terus berjalan dan berkembang.
Pelatih dan pengelola klub berharap ajang seperti ini dapat terus digelar secara rutin sebagai wadah evaluasi dan pengembangan pemain muda. Konsistensi pembinaan dinilai menjadi kunci utama dalam mencetak generasi pesepak bola masa depan yang berkualitas.
Turnamen ini tidak hanya menjadi panggung bagi bakat-bakat muda, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat dan berkelanjutan di masa mendatang.
( M.Sasmita )
