Prioritas

Asep Mulyana ” Apakah Punya SENSE OF BELONGING DAN SENSE OF CRISIS Pejabat Di KBB

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.KBB – Asep Mulyana, Pemimpin Media Jabar Group adalah kawan saya sejak belasan tahun yang lalu. Wartawan senior dan pernah bersama saya menjadi pimpinan organisasi wartawan tingkat Jawa Barat. Seorang kawan yang senang berorganisasi, terutama organisasi media massa, korupsi, kepariwisataan, lingkungan hidup, buruh, dll.

Saat ini dia sedang fokus menyukseskan program Citarum Harum demi perbaikan lingkungan hidup.bersama  JPCH ( Jurnalis Peduli Citarum Harum ) Karena kesamaan pandangan, seringkali saya dan dia asyik berdiskusi berbagai peristiwa yang tengah terjadi, seperti kemarin,Jum’at (28/8/)  kala saya minta untuk merilis tulisan, “DETIK – DETIK BUPATI AA UMBARA MEMILIH KADISHUB: ANTARA MERIT SYSTEM DAN SPOIL SYSTEM”. Beliau mempertanyakan sense of belonging dan sense of crisis para pejabat KBB yang banyak melakukan kegiatan di luar KBB dalam jumlah peserta yang banyak.

Saya sempat tercengang mendapat pertanyaan tersebut. Jarang sekali beliau menelisik begitu. Untuk menjabarkan pertanyaannya, saya tuangkan dalam tulisan agar bisa tersampaikan ke semua kalangan sebagai bahan renungan kita bersama.

Makna kalimat ‘sense of belonging’ adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa memiliki sesuatu, sehingga dengan perasaan memiliki itu dia akan sepenuh hati menjaga, mencintai, melindungi dan peduli dengan sesuatu tsb. Sementara ‘sense of crisis’ merupakan suatu kepekaan terhadap suatu suasana, situasi dan kondisi yang sedang dihadapi oleh seseorang, kelompok dan masyarakat, termasuk juga pemerintah dan negara.

Nah dalam konteks pertanyaan Asep Mulyana ini adalah kenapa ada dinas/dprd yang menyelenggarakan kegiatan di luar KBB pada masa kita masih menghadapi pandemi ini? Objek wisata di KBB masih banyak, yang unik, menarik dan variatif dengan segala karakternya serta tidak jauh.

” Kasihan pengelola objek wisata di KBB, mereka menyetor pajak buat membangun dunia pariwisata KBB, tapi hasil pajaknya digelontorkan untuk pariwisata di luar KBB. Di mana rasa memiliki dan rasa krisis yang dihadapi kepariwisataan KBB?” Ujarnya berapi-api. ”

Tolong sampaikan ke Pak Bupati, hentikan semua kegiatan yang mengambil tempat di luar. Maksimalkan pemanfaatan tempat – tempat di KBB. Apa pendapat masyarakat bilamana pemda tidak menyadari bahwa itu kebijakan yang tidak tepat pada kondisi pandemi ini.” Lanjutnya.

“Berilah contoh kepada masyarakat. Bagaimana kalau mereka yang terkena covid-19 dan menularkan kepada keluarga, lingkungan rumah, dan kantor karena protokol kesehatan terabaikan? Mendingan di daerah sendiri, selain sudah tahu lingkungan, pengelola objek wisata mendapat pemasukan, masyarakat sekitarnyapun merasa diperhatikan. Sambil menyelam minum airlah.” Tutupnya. (JTD/AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *