Prioritas

APRESIASI DADA ROSADA ATAS PROGRAM SAMPAH KDM: BOLA DI TANGANWALIKOTA FARHAN”

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Bandung,- Kehormatan Sejarah Jangan bunuh Legacy “pendiri”.Dr.Dada Rosada sudah bicara PLTsa sejak 2012 ,Gagal bukan karena ide salah, tapi ekosistem belum siap.KDM / Gubernur sekarang kasih angin , Muhammad Farhan, punya 2 pilihan :

1.Polihan Negarawan :
Rangkul legacy .Undang Dr.Dada Rosada jadi Ketua Dewan Pembina Pengelolaan Sampah Kota Bandung.Minta transfer Knowledge kegagalan PLTSa Gedebage: soal tipping fee, penolakan warga, lobi pusat.
Dampak : Publik lihat continuity ,bukan ganti rezim ganti proyek.DPTD PKS ikut legowo.
2.Pilihan Politik Praktis:
Cuek, jalan sendiri,rebranding.
Dampak ; Dicap durhaka sejarah.Kena serang : ” Walikota sekarang malah pencitraan ” 2029 habis.

Sikap Elegan: ” Saya berdiri di puncak para pendahulu.PLTSa adalah Vita – Vita pak Dada. Tugas saya mewujudkannya dengan cara hari ini” – Ini kalimat yang harus keluar dari mulut Farhan.

I.RISIKO JIKA FARHAN DIAM : 3 DOSA POLITIK

1.Dosa Sejarah: Dicap Walikota yang membunuh legacy pendahulunya.Padahal Dada Rosada sudah buka jalan .
2.Dosa Moral : 2027 Sarimukti meledak, Leuwigajah jilid 2.
147 korban 2005 bisa terulang .Nama Farhan = Walikota Sampah .
3.Dosa Elektoral : 2029 Pilgub / Pilpres .Lawan tinggal putar vidio
Farhan senyum di tumpukan sampah Habis.

Pengamat ” Mantan Sudah buka jalan , Walikota jangan sekedar omon- omon ,Tiga surat sakti – 100 hari kerja jadi ujian Kenegarawanan.

Apresiasi mantan Walikota Bandung Dr.Dada Rosada terhadap program pengelolaan sampah, Gubenur Jawa Barat,Kang Dedi Mulyadi, serta wacana pemanfaatan sistem PLtSa melalui KDM, merupakanomentum politik dan moral yang tidak boleh disia- diakan oleh Walikota Bandung, Muhammad Farhan.

Demikian ditegaskan R. Wempy Syamkarya,S.H.M.H., Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, Minggu 8 /5/2026 .

I. GAGASAN NAMPOL UNTUK BANDUNG: DARI DARURAT ” JADI DAULAT” SAMPAH”

Evidence, Argumentasi, Reasoning,Link .
1.” Bandung Nol TPA 2030″

  • Switch dari PLTSa ke Ekonomi Sirkular

Evidence: 62% sampah Bandung = Organik .PKTSa mahal Rp 2,1 T, tipping fee Rp 400rb /ton .80% kota gagal karena APBD jebol.
Reasoning: PLTSa itu hilir .Hulunya bobol.Fokus ke TPS3R Komunal 1 RW 1Mesin .Manggot+ kompos + RDF.
Gagasan: Perwal ” Wajib Pilah 2026 ” .Sanksi : Warga ga pilah = denda lewat PDAM .151 kelurahan x 10 TPS3R = 1510 titik .Serap 2.000 ton/ hari . Sarimukti bisa nafas .
Link : Tiga Osaka Zero Waste KDM / Masjid jadi Bank sampah & edukator.khutbah Jumat.” Buang sampah = buang pahala”.
2.PLTSa Legok Nangka
” Rakyat Memiliki ” – Bukan Proyek Elite.

Evidence: PLTSa Jawa Bali rata – rata mangkrak karena warga tolak./Legok Nangka 35% tapi ditolak Desa Manggung harja.
Reasoning: Rakyat nolak karena ga dapat apa- apa selain bau.Ubah skema.
Gagasan: ” Saham Sampah Rakyat.” 20% saham PKTSaxijual ke warga terdampak 5km.Deviden dari listrik+ tipping fee . Warga = owner ,bukan korban .Dada Rosada dulu gagal karena ada ini.
Link : Gitu Svendborg Denmark .PLTSa dimilki koperasi warga .Demo hilang ,listrik nyala.

Evidence: 31
000 ASN Pemkot Bandung. Jika 1 ASN olah 1 kg organik / hari = 31ton /hari = 11.300 ton / tahun

Mantan Walikota 2 Periode Dada Rosada, speak up soal sampah – apresiasi KDM = Sinyal penting .Artinya masalah sampah Bandung lintas rezim ,belum selesai.

PLTSa KDM ? Maksudnya PLTSa Legok Nangka & TPA Sarimukti itu memang warisan BLUEPRINT ” era Kang Dada Rosada 2028 – 2013.

PNDANGAN : KENAPA APRESIASI DADA ROSADA RELEVAN?

  1. Legitimasi Sejarah :
    PLTSa bulan wacana baru. 2012 Dada Rosada sudah MoU dengan China buat PLTSa Gedebage 10 MW .Gagal karena NIMBY & regulasi tipping fee.KDM ngebuka luka lama tapi juga kasih momentum.
    2.Sinyal Lintas Politik:
    Ketika mantan Walikota apresiasi program Gubernur Gerindra,artinya sampah = isu Supra – politik .Kalau masih ribut ,yang busuk duluan nama Bandung.
    3.TPA Sarimukti Overload 147%: Data DLH Jabar 2026 : daya tampung 1.200 ton /hari realita 2.950 ton/hari dari Bandung Raya.Umur teknis sisa 1,8 tahun .
    PLTSa Legok Nangka baru 35% progres
    Artinya: Bandung hidup dari napas buatan.

Kesimpulan : Apresiasi Dada Rosada= lampu hijau moral .Tapi kalau cuma omon – omon , 2017 Bandung Leuwigajah jilid 2 Korbanya rakyat.

PLTSa Legok Nangka
” Rakyat Memiliki” – Bukan Proyek Elite

Evidence : PLTSa Jawa – Bali rata – rata mangkrak karena warga tolak .Legok Nangka 35% tapi ditolak Desa Manggungharja .
Reasoning: Rakyat nolak karena ga dapat apa- apa selain bau.Ubah skema .

Gagasan : Saham Sampah Rakyat”
20% saham PLTSa dijual ke warga terdampak 5 km.Dividen dari listrik+ tipping fee .Warga = owner ,bukan korban .Dada dulu gagal karena ga ada ini.
Link : Tiru Svendborg Denmark .PLTSa dimiliki koperasi warga .Demo hilang ,listrik nyala.

Gerakan 1 ASN 1
Biopori + 1 Komposter ” – Birokrasi jadi Teladan

Evidence: 31.000 ASN Pemkot Bandung.Jika 1 ASN olah 1 kg organik / hari = 31 ton / hari = 11.300 ton/ tahun .
Reasoning: Birokrasi jangan cuma ngatur, tapi lakonin.Walikota mulai dari Pendopo.
Gagasan: Perwal potong TPP 5% Jika ASN ga lapor foto Komposter tiap bulan.
Link : KDM suka gimmick begini, Dada Rosada bisa jadi Dewan Pembina.

  • Bank Sampah Digital + Token Bandung” – Anak Muda Mau Main Evidence: 72 % warga Bandung usia Produktif.Bank sampah konvensional sepi karena ribet & ga cuan .
    Reasoning: Gamifikasi sampah .
    Gagasan : Aplikasi” Sampah Jadi Nendang ” .1 kg plastik = 1000 token bisabayat Trans Metro tiket konser ,diskon cafe Braga.APBD cuma buat backend CSR BJB + bank swasta yang bakar uang.
    Link: Tiru plastic Bank Bali .
  • Perda Sampah Industri & Hotel Sirkular “-
  • tanggung Jawab Korporasi Evidence: 40% sampah Bandung dari hotel ,mall, kafe. Mereka bayar retribusi flat Rp 500rb / bulan padahal buang 5 ton /hari.
    Reasoning; Yang nge-hits yang harus bayar hits
    Gagasan: Revisi Perda Retribusi Progresif+ Wajib RDF .Hotel bintang 4-5 wajib olah 80% sampah sendiri atau bayar Rp 2jt /ton .Uangnya buat subsidi TPS3 RW.
    Link : Dada Rosada dulu bermain ke mall .KDM sekarang bisa lanjut . Pengusaha takut kalu Pemprov + Pemkot kompak .

Catatan Penting lainya:

Kepada Walikota Muhammad Farhan,
Publik menunggu kalimat kenegarawanan: ” Saya berdiri di puncak para pendahulu. Tugas saya menuntaskan PR sejarah ini. Bandung Nol TPA 2030 bukan mimpi ,melainkan harga mati

Kutipan Utama :
Mantan Walikota sudah buka jalan, Gubernur sudah kasih angin .Jika Walikota Bandung masih diam , Sejarah akan mencatat Bandung dikalahkan oleh sampahnya sendiri”dan

Infografis Pendukung:
1.TPA Sarimukti; dan Overload 147 % Sisa Umur 1,8 Tahun

  1. PLTSa Legok Nangka : Progres 35%. Target 20MW
    3.3Sirat Sakti Farhan;
    Perwal Nol TPA,SK Tim
    PLTSa ,SE ASN Sirkular

Semoga apa yang ada di atas ini, dapat bermanfaat bagi sebanyak banyaknya umat manusia.

PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK DAN POLITIK.

R. WEMPY SYAMKARYA,S.H.M.H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *