Dansektor 22 Kolonel Inf.Eppy Gustiawan Kembali Tertibkan Bangli Di Bantaran Anak Sungai Citeupus Sebanyak 27 KK

Bagikan berita:

Media Jabar.Nat. Bandung – Satgas Citarum Harum Sektor 22 yang dikomando oleh Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P., Kembali melakukan penertiban bangunan liar , dalam rangka menegakkan Perpres No. 15 Tahun 2018 pada penertiban bangunan liar yang berdiri di atas bantaran sungai, sebagai bentuk mewujudkan Program Citarum Harum.

Kali ini Satgas Sektor 22 melakukannya di wilayah RW 01 Kelurahan Mekarwangi Kecamatan Bojongloa Kidul. Bangunan yang dibangun diatas anak Sungai Citepus terdiri dari 27 KK dan 79 jiwa hampir selesai dibongkar secara mandiri, Kamis (14/10/2021).

Kolonel Inf. Eppy Gustiawan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara kolaborasi oleh Satgas Citarum Harum Sektor 22, BBWS Citarum, Satpol PP, DPU, Distaru, Kecamatan dan Kelurahan yang bercokol mewakili Pemerintah Kota Bandung.

“Kami tidak sembarangan bertindak, sebelum melakukan ini semua terlebih dahulu kita mengadakan sosialisasi kepada warga yang memiliki bangunan tersebut dan menempuh SOP sesuai dengan aturan yang berlaku baik itu pemberitahuan ataupun teguran, tentunya bersama aparat wilayah yang dihadiri oleh semua unsur dinas terkait berikut dari Satpol PP Kota Bandung sebagai ajudikasi hukum pada penertiban ini,” jelas Kolonel Eppy.

Kolonel Eppy sangat berharap, yaitu dengan penertiban bangunan liar yang ada di atas anak sungai citepus ini, supaya penghuninya dalam kondisi aman dan nyaman, tidak seperti yang dialami sebelumnya bahwa mereka sangat riskan oleh bahaya banjir dan longsoran sungai jika terjadi hujan deras.

“Tentunya kita mengarahkan kepada kebaikan mereka para penghuni, lebih tepat lagi sebagai mitigasi supaya mereka bertempat tinggal di tempat layak, aman dan nyaman,” singkat Kolonel Eppy.

Kegiatan ini selain Dansektor 22, dihadiri juga oleh Kadis PU Kota Bandung, Camat dan perwakilan lainnya. Tim yang tergabung ini bersama-sama membantu proses pembongkaran serta pemindahan, penyiapan armada, penyediaan alkap serta mengantar warga terdampak sampai dengan titik relokasi yang dituju.

“Proses tahapan yang dimulai dari sosialisasi, pelayangan surat pemberitahuan serta teguran dan proses membantu pembongkaran sudah dilakukan, artinya tahapan sesuai SOP telah ditempuh,” imbuh Dansektor 22.

Sementara Kepala UPT DAS DPU Kota Bandung Erni mengatakan, semua ini merupakan harapan bersama, yaitu dari kami sebagai salah satu dinas terkait yang ingin menempatkan mereka ke tempat yang lebih aman sebagaimana layaknya tempat tinggal. Begitupun mereka memiliki keinginan yang sama. “Alhamdulillaah kegiatan ini berjalan secara humanis dan dinamis, warga terdampak paham dan sadar kalo tempat mereka yang ditempatinya adalah tempat yang salah, baik keamanan apalagi kenyamanannya, maka mereka satu pemahaman yaitu tempat ini harus clear and clean,” jelas Erni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *