Media-jabar.net | Buku “Bukan Dilan dan Milea”, terbit pada awal 2021, dan diluncurkan melalui daring. Bahrul Bangsawan adalah penulis buku tersebut dan untuk penulisan buku ini bersudut pandang tentang kisah perjalanan kehidupannya sendiri.

Buku ini berisi tentang sebuah perjalanan kisah cinta seorang aktivis mahasiswa bernama Adam bersama dengan seorang yang dikasihi nya, yang didalamnya digambarkan bagaimana ketika seorang memiliki dua sisi kehidupan dimana dirinya yang begitu sibuk dengan segala kehidupan nya sebagai seorang aktivis, dia juga harus membagi waktunya untuk seseorang yang memberi warna dalam kehidupannya.

Berbagai kisah yang menarik disampaikan, dimana dalam buku ini sedikit menggambarkan tantangan ketika menjadi seorang aktivis yang sepertinya sudah tidak asing lagi untuk menghadapi sebuah konflik yang ada sehingga harus siap pula dengan berbagai resiko yang sudah menantinya. Bahkan jeruji besi sekalipun sudah seperti hal yang lumrah untuk dirasakan oleh orang-orang pergerakan.

Dalam buku tersebut juga menceritakan bagaimana terkadang kisah dari kehidupan ini tidak selama nya berjalan indah dan sesuai rencana, sehingga buku ini memiliki cerita yang tentunya membuat para pembaca akan menikmati literasi yang disajikan oleh penulis.

“Sebetulnya novel ini saya persembahkan sebagai kado ulang tahun, karena sejatinya saya juga bukan seorang novelis yang pandai merangkai cerita. Sehingga buku ini benar-benar apa yang ada dalam benak saya untuk saya tuangkan menjadi sebuah karya tulis dan alhamdulillah memiliki kesempatan untuk diterbitkan,” ujar Bahrul (16/03).

Kegiatan bedah buku ini pun ikut dihadiri oleh Shofa As-Syadzili selaku pegiat literasi. “saya memberikan  mengapresiasi penuh atas karya buku ini, saya berharap ini bisa menjadi sebuah motivasi teman-teman mahasiswa khususnya para kader HMI agar dapat terus berkarya, karena saya ingin mengatakan bahwa menulis itu tidak sulit asalkan kita ingin memulainya,” kata Shofa.

Bedah buku yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini dihadiri oleh kebanyakan mahasiswa dari beberapa daerah di Indonesia, sehingga bedah buku pun berlangsung dengan hangat walaupun dilaksanakan secara daring.

“Menurut saya buku novel ini sangat bagus untuk dibaca, karena ada yang membuat penasaran dari buku ini yaitu kisah perjuangan seorang aktivis yang aktif ketika masa di kampus nya. Akan tetapi dia harus berbagi waktu dengan perjuangan kisah cinta nya yang sangat tidak bisa di tebak alur ceritanya,” ucap Rizky Maulana Yusuf selaku Dirut LAPMI Kota Bogor.

Editor & Penerbit : Den.Mj

Check Also

Kasdam III/Slw Hadiri Acara Penutupan Sishankamrata di Unhan Bogor

Media Jabar Net Bogor,- Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P, hadiri…