Dansektor 22 Kolonel Inf.Eppy Gustiawan Penataan Sungai Cibodas , Kerja Keras Dan Serius
Media Jabar.Net.Bandung – Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Eppy Gustiawan, S.I.P., meninjau karya bakti hari ke 5 di Sungai Cibodas Antapani Kidul, sebagai wujud keseriusan Dansektor 22 dalam penanganan permasalahan penataan dan normoalisasi sungai Cibodas.Senin (21/12/2020).
Sungai Cibodas merupakan sungai yang melintasi perkotaan sehingga punya nilai estetika wajah kota Bandung, penataan sungai yang kotor serta dinding sungai di perpenuhi rumput liar tidak sedap di pandang mata, kini dibersihkan hingga terlihat indah dan enak di lihat sehingga sungai cibodas layak berada di tengah kota.
“Kami berkeinginan sungai yang ada bisa bersih, tertata dan rapih, untuk mencapai ini semua jelas kita harus bekerja keras dan bisa bersinergis dengan pemerintah kota Bandung, ini bisa berhasil asalkan kita punya niat yang serius dalam menormalkan fungsi sungai,” jelas Dansektor 22.
Lebih lanjut Kolonel Eppy pun menjelaskan lebih jauh lagi tentang fungsi satgas citarum harum, harus bergerak bersama dengan berbagai unsur (Pentahelix) dan kelembagaan dalam penindakan penertiban sungai, yang bertujuan membuat efek jera bagi para pelanggar aturan perundang undangan, sehingga masyarakat bisa termotivasi dengan paradigma yang baik dan benar dalam tatanan prilakunya.
“Melalui karya bakti ini, diharap semua lapisan masyarakat makin tumbuh kesadaran nya, betapa pentingnya fungsi sungai yang bersih dan sehat, namun hal ini bisa terwujud bila unsur pentahelix bergerak bersama sama satu tujuan, walaupun dilapangan kita harus pasang badan memerangi masyarakat yang salah,” jelas Eppy.
Program Citarum Harum berbekal Perpres No. 15 tahun 2018, adalah untuk percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai, merupakan tindakan yang sangat darurat disebabkan kotor yang luar biasa dan akibat tidak berfungsinya bidang tata kelola sungai yang benar. Maka lingkungan sungai rusak dan merugi dengan adanya pembiaran dari yang berkepentingan.
“Jelas kami tidak mempunyai kepentingan politik, tindakan serius kami adalah merupakan ruh dari perpres No.15 Tahun 2018, Alhamdulillah kemaren warga yang memiliki Bangunan Liar sudah kami kumpulkan, besok kami rapihkan sungai dan bantarannya dari sisa pembongkaran secara mandiri oleh mereka,” kata Eppy.
Tindakan humanis dari Dansektor 22 dengan melakukan persuasif antar lembaga terkait dan ormas, sehingga bisa merubah pengertian masyarakat untuk pembenaran aturan yang ada, yang belum pernah dilakukan para aparat selama ini dengan bukti yang jelas masih adanya Bangunan Liar yang marak berdiri di beberapa bantaran sungai.
Harapan suksesi Program Citarum Harum bisa teraih sukses, bila fungsi unsur Pentahelix bisa bergerak sesuai program bersama sama menegakkan aturan perundang undangan yang serius pada pembenarannya, maka sungai bukan hanya menjadi sumber hidup dan penghidupan tetapi bisa merubah nuansa perkotaan dengan pemandangan yang indah dan asri.
Dansektor 22 pada tinjauan karya bakti ini, bersama Camat Antapani (Dra. Rahmawati Mulia, M.Si.,) dan Ekbang Kelurahan Atapani Kidul (Dede) kini kondisinya sudah 95%, dengan rencana besok hari Selasa (22/12) akan menggarap di wilayah Bangunan Liar.
(Asep/Jpch).
