Purwakarta

Jumlah Pengrajin Tembikar/Gerabah Di Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta Mengalami Penurunan

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Purwakarta – Kerajinan tembikar atau tanah liat telah menjadi bagian penting dari budaya Indonesia sejak zaman prasejarah. Sebagai pengrajin tembikar merasa bangga menjadi bagian dari pelestarian seni keramik tradisional sekaligus menghadirkan inovasi modern.

Di Indonesia setiap daerah memiliki teknik dan bentuk kerajinan tembikar yang unik, mencerminkan kekayaan seni dan tradisi lokal. Berikut penjelasan detail tentang kerajinan tembikar khas Indonesia:
Contohnya berupa: piring hias, cangkir hias, vas bunga hias, guci, dan lain-lain. Contoh berupa keramik tradisional : cobek, kendi, kuali,pendil,gentong, juga Guci dan lain lain

Keramik Plered terkenal dengan daya tahan dan tekstur halus yang berasal dari bahan khusus. Produk utamanya berupa vas bunga, guci, dan peralatan makan yang dibentuk dengan alat putar modern. Keunikan keramik ini terletak pada glasir mengkilap dengan warna-warna cerah seperti biru, hijau, dan kuning yang sangat kuat dan tahan lama.
Kerajinan keramik khas

Plered, ternyata jauh lebih lama termasyhur sebelum terbentuknya Kabupaten Purwakarta. Hal itu terungkap dari sejarah tentang awal mula kerajinan berbahan dasar tanah liat ini berkembang di daerah tersebut.
Merujuk dari sejarahnya, kerajinan keramik itu pertama kali masuk ke Kecamatan Plered sekitar tahun 1904.

Awalnya, kala itu ada seorang warga yang membuat suatu benda dari segumpal tanah dan dapat difungsikan. Sebut saja di antaranya, menjadi pot bunga.
masyarakat Desa Anjun sudah puluhan tahun dan telah turun-temurun menggeluti kerajinan tangan berbahan dasar tanah liat ini sebagai mata pencaharian keluarga mereka. Tak heran, saat ini di sepanjang Jalan Raya Anjun Purwakarta mulai pertigaan Cianting hingga eks Pasar Plered berjejer pertokoan yang menjajakkan keramik Plered dengan berbagai desain unik dan menarik. Bahkan, di sekitar jalan raya Anjun banyak tempat produksi atau pabrik pembuatan keramik milik warga setempat.

Soal kualitas, jangan ditanya. Karena, saat ini kualitas keramik Plered telah diakui bukan hanya di Indonesia, tapi juga hingga mancanegara. Sampai saat ini, ratusan ribuan keramik yang telah dieskpor ke berbagai negara di Benua Asia, Amerika, dan Eropa membuktikan jika kualitas keramik Plered tak bisa dipandang sebelah mata.
awak media menelusuri keberadaan para pengrajin keramik atau tembikar dan mewawancarai beberapa pengrajin dari mulai produksi,dekorasi dan juga finishing mereka menyampaikan kalau inilah mata pencaharian kami. maka kami pun sangat menekuni dan juga punya harapan besar atas kelangsungan hidup kami dari hasil kerajinan tangan ini,ucap salah seorang pengrajin.

seiring perkembangan kemajuan zaman di era globalisasi maka prodak keramik pun ikut meningkat produksi inovatif. terlihat jelas dari bentuk dan juga finishing nya,banyak hal yang kita temui inovasi yang beragam.
seperti nama nama finishing diantaranya :
Deserston,asgrey,antikblack dan juga senston. kalau dulu kita hanya mengenal keramik porselen dan juga finishing warna tembaga,kini sudah berkembang pesat dengan macam ragam finishing yang di sebutkan diatas.
ada keramik interior dan eksterior,jelas ada perbedaan. kalau interior khusus untuk penggunaan atau hiasan didalam ruangan seperti ruang tamu,ruang kantor. dan semacamnya dan juga fungsi nya berbeda beda. sementara eksterior keramik art yang dipajang di luar ruangan atau rumah. seperti di halaman,trotoar dan juga hiasan buat di taman. interior dan eksterior ini hasil prodak nya jelas berbeda, walaupun kwalitas harus bagus. namun eksterior ini lebih di utamakan dalam segi kekuatan karena harus menghadapi ekstrim nya faktor alam seperti hujan dan panas.

pada dasarnya prodak apapun lebih memperhatikan kwalitas,begitu juga keramik art atau tembikar. bukan asal asalan melalui proses yang sangat rumit,membutuhkan kesabaran,ketelatenan juga ketrampilan khusus.
di Indonesia sendiri ada beberapa daerah penghasil tembikar namun mempunyai khas masing masing dari segi bentuk,dekorasi,finishing bahkan pembakaran.

Anjun Plered contohnya,memerlukan waktu pembakaran yang cukup lama 12 jam hingga 23 jam. juga memerlukan suhu panas dari 700 derajat hingga 1200 derajat baru menghasilkan keramik yang berkualitas.

dari hasil pantauan dilapangan,keramik Plered mempunyai kekuatan tanah yang sangat bagus kwalitas nya. kuat pada cuaca ekstrim panas dan hujan tidak mudah pecah.

Intinya apapun itu,terutama kerajinan tangan harus bekerja sepenuh hati agar menghasilkan karya yang benar benar mampu memuaskan hati pembelinya dan punya nilai jual yang tinggi sesuai keinginan. Bukan hanya bicara tentang uang tapi kwalitas tak di perhatikan,kata Jajang salah seorang pengrajin yang sudah lama berkecimpung di bidang kerajinan tembikar art atau keramik modern ini.

Saat ini pengrajin kerajinan tembikar di Kabupaten Purwakarta khususnya di Kecamatan Plered menurun Drastis Jumlahnya. Dari Jumlah total sekotar sebanyak 1200 orang menjadi 250 orang. Dan sudah banyak beralih fungsi usaha di bidang lain.

catatan :
sayangilah prodak dalam negri dan jaga lah budaya lokal. agar anak cucu kita bisa melihat betapa agung nya karya karya yang di tinggalkan oleh nenek moyang pendahulunya. dan harus mampu regenerasi. bukan hanya jadi penikmat penggiat,tapi juga harus jadi penerus. agar budaya kearifan lokal ini gak punah.

M.Sasmita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *