Prioritas

Sudaryono Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Bakar Semangat Para Kader TMI

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Lembang – Lebih dari 120 kader ketua DPW dan pengurus Tani Merdeka Indonesia dari Jawa Barat, Banten, Kalimantan, dan Bali, mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) ke V di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Lembang, Jawa Barat.

Kegiatan Diklat ke V ini berlangsung selama 3 hari, mulai 4 hingga 6 November 2026. Diklat yang diikuti pengurus dari 4 provinsi itu untuk penguatan kapasitas organisasi, penyamaan persepsi, serta konsolidasi nasional serta pemahaman tentang penguatan ketahanan pangan, Tani Merdeka Indonesia.

Agenda ini menjadi pelatihan yang rutin kerap di lakukan oleh pengurus DPN Tani Merdeka Indonesia, para kader Tani Merdeka datang dari Jawa Barat, Banten, Kalimantan serta Bali. berkumpul untuk menyatukan langkah visi organisasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian Nasional serta mengawal dan menyukseskan program presiden Prabowo.

Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam hari, mulai dari sesi kelas, diskusi kelompok, tanya jawab hingga konsolidasi internal organisasi.

Materi yang diberikan tidak hanya membahas manajemen organisasi, tetapi juga menyentuh isu strategis pertanian nasional, penguatan kelembagaan petani, serta arah pembangunan pertanian yang sedang dijalankan pemerintah.

Kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi pengurus daerah terkait berbagai persoalan pertanian yang dihadapi di wilayah masing-masing, mulai dari akses pupuk, produktivitas lahan, pemasaran hasil pertanian, hingga tantangan regenerasi petani.

Ketua Dewan Pembina DPN Tani Merdeka Indonesia yang juga Kepala BGN ( Badan Gizi Nasional) Dr. Sudaryono B. Eng, M. M, MBA. hadir dalam rangkaian di ahir penutupan acara, memberikan arahan kepada seluruh kader Tani Merdeka . Ia menegaskan bahwa diklat nasional yang ke V ini memiliki tujuan utama untuk menyamakan cara pandang seluruh jajaran organisasi.

Menurut Sudaryono, organisasi yang besar membutuhkan kesamaan visi agar langkah di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri.Susah ikut susah, senang ikut senang. ” ujar Sudaryono.

Sudaryono menjelaskan, Tani Merdeka Indonesia memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan petani di daerah. Karena itu, organisasi perlu memahami arah kebijakan pemerintah sekaligus mampu menerjemahkannya kepada masyarakat.

“Tujuannya membantu memperkuat program Presiden Prabowo Subianto,” katanya.

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini mengatakan, berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani perlu dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan program nasional sangat bergantung pada kemampuan penyampaian informasi hingga tingkat bawah.

“Program Presiden Prabowo harus sampai ke tingkat desa,” Kilah Mas Dar.

Sudaryono menilai desa menjadi titik penting pembangunan pertanian Indonesia. Mayoritas aktivitas produksi pangan berada di desa sehingga informasi, pendampingan, dan dukungan terhadap petani harus diperkuat.

Karena itu, pengurus Tani Merdeka Indonesia diminta aktif menjelaskan berbagai program pemerintah sekaligus membantu menyerap aspirasi petani.

“Kita mendukung dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Sementara Robby Setiabudi Madjid sebagai
Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak tanggal 16 Juni 2025.

Mengingatkan pentingnya peran organisasi dalam menjaga semangat petani di tengah perubahan sektor pertanian yang semakin dinamis.

Perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta perkembangan teknologi pertanian, menurut dia, membutuhkan organisasi seperti Tani Merdeka Indonesia yang mampu bergerak cepat dan adaptif.

Pengurus daerah Tani Merdeka diminta tidak hanya hadir saat kegiatan seremonial saja, akan tetapi benar-benar mampu menjadi pendamping dan penggerak di lapangan. Untuk mengedukasi, advokasi serta menjadi ujung tombak dalam mengawal program presiden Prabowo Subianto. ” Ungkap nya.

Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan diklat ke V ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi dari pusat hingga daerah.

Menurut Don Muzakir, Tani Merdeka Indonesia saat ini terus berkembang dan membutuhkan pengurus yang memiliki kapasitas, disiplin organisasi, serta pemahaman yang sama terhadap visi perjuangan organisasi.

“Diklat ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kualitas organisasi agar Tani Merdeka Indonesia semakin solid,” kata Don Muzakir.

Don Muzakir menjelaskan, tantangan pertanian ke depan tidak ringan. Persoalan lahan, produktivitas, distribusi hasil pertanian, hingga kesejahteraan petani masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Karena itu, organisasi perlu memperkuat kualitas sumber daya manusianya.

Menurut dia, pengurus daerah menjadi ujung tombak karena merekalah yang berinteraksi langsung dengan petani dan masyarakat desa.

“Tani Merdeka Indonesia harus hadir di tengah petani, memahami persoalan mereka, dan ikut mencarikan solusi bersama,” Tegas Don Muzakir.

Don Muzakir menilai hasil diklat harus diterjemahkan dalam kerja nyata setelah peserta kembali ke daerah masing-masing.

Pengurus diminta membangun komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, dinas pertanian, kelompok tani, perguruan tinggi, serta pelaku usaha pertanian agar tercipta sinergi yang kuat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pembangunan pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Don Muzakir juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.

“Kita ingin seluruh pengurus memiliki semangat yang sama, bergerak bersama, dan menjadikan organisasi ini benar-benar bermanfaat husus nya bagi petani umum nya buat masyarakat,” katanya.

Selama pelaksanaan diklat, para peserta tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai kondisi pertanian di daerah masing-masing.

Sejumlah pengurus menyampaikan persoalan yang dihadapi petani di lapangan, mulai dari ketersediaan sarana produksi, tantangan pemasaran, ketersediaan pupuk, hingga kebutuhan pendampingan teknologi pertanian. Pungkas nya.

Turut hadir sejumlah pejabat Jawa Barat Erwan Setiawan,Wakil Gubernur Jabar, Dr.Buky Wibawa Ketua DPRD JABAR, ASEP ISMAIL WAKIL BUPATI KABUPATEN BANDUNG BARAT,

Diahir acara penutupan di meriahkan dengan prosesi pembacaan UUD 1945 dan Pancasila, serta di nyalakan nya api ungun untuk menghangatkan suasana alam lembang yang cukup dingin.
Canda tawa diantara para kader bersama pelatih danton, danru, menambah kehangatan dan keakraban diantara mereka.

Kehangatan api ungun semakin menyala tatkala terdengar suara Ketua Dewan pembina Tani Merdeka Indonesia. Sudaryono menyapa begitu lembut serta humor yang membuat para kader tertawa lepas, Motivasi nya Mas Dar seperti kobaran api ungun yang membakar semangat para kader Tani Merdeka Indonesia.

Tak lupa para kader mengucapkan Terima kasih kepada Ketua Satgas DPN H. Iwan Kurniawan.
Para Danton
Para Danru.
Serta seluruh panitia yang telah menjadikan acara ini sukses. (Asep. )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *