Prioritas

REHAB RUANG KELAS SDN 2 KEDUNGBUNDER DI DUGA SENGAJA MANFAATKAN MATRIAL BEKAS DEMI KE UNTUNGAN

Bagikan berita:

Cirebon Media abar.Net – Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon diminta untuk segera memeriksa kondisi bantuan ruang kelas baru ( RKB) anggaran berasal dari DAK 2020,  Kebeberapa sekolah yang berada di kabupaten Cirebon pasal nya ada yang pembangunan nya tidak sesuai Bestek.

Seperti yang terpantau di lapangan salah satunya SDN 2 Kedung Bunder, Kecamatan Gempol yang mendapat kan kucuran Dana DAK Sebesar Rp 274,374,000,00,- untuk 3 Ruang kelas. Sabtu (29/8/2020).

Namun sangat di sayangkan pembangunan ruang kelas di SDN 2 kedung bunder ini, ada beberapa bagian bahan matrial bekas, hal ini tentu mengundang kecurigaan , dan kehawatiran kwalitas bangunan, dugaan penyelewengan dana alokasi kusus (DAK) .

Karena tidak sesuai rencana dan spesifikasi awal (bestek) pekerjaan ini banyak ke jangalan, di skala pembangunan ada matrial bekas. Seperti kontruksi baja ringan, dugaan pat gulipat mencari keuntungan pihak tertentu.

Dugaan pun makin jelas setela Suharli (kepala sekolah) dengan  dalih bahwa ini sesuai aturan,karena kontruksi baja ringan mashi bagus dan layak,anggaran kontruksi nantinya akan di kembangkan,” Ujar nya .

Lanjut Suharli ini sudah sesuai , saya punya atasan dan sudah berkoordinasi sama sarpras Disdik Kabupaten ,” Imbuh nya saat di konfirmasi Media Jabar.

Kasi Sampras Disdik Kabupaten Cirebon Yadi ketika di temui di kantor nya sedang tidak ada di tempat nya, namun MJ menanyakan lewat pesan singkat Whaat App nya dia mengatakan ,” Pembangunan RKB harus sesuai RAB ,Tegas Yadi , terkait pembangunan yang di pertanyakan Yadi pun menayakan nama sekolah serta alamat nya , lanjut yadi saya akan cek ke lokasI bersama tim dan kalau pembangunan SD kebijakan ada sama kabid SD, ” Ujar Yadi.

MJ pun mendatangi ruangan kabid SD yang akrab disapa Roni,namun  sangat di sayang kan Roni (kabid SD) sedang keluar, lantas rasa penasaran MJ berusaha menemui Kadisdik Asdullah, namun lagi – lagi  Asdullah Kadisdik Pun tidak ada di ruangan nya, keterangan salah seorang pegawai nya Bapak sedang keluar ,” Kata nya

Lemahnya pengawasan teknis bangunan di lapangan. Sesuai dengan standar kualitas keamanan Pembangunan Sekolah Tingkat SD Atau sederajat seharusnya komponen bangunan pun dipilih sesuai kualitas terbaik.

Jangan malah diotak-atik yang nanti berakibat terancamnya keselamatan murid-murid. Saya minta kepada kepala dinas terkait agar cepat membereskan persoalan ini.

Anggaran yang dikira cukup memadai menjadi polemik dan tanda tanya, apa dibenarkan pembangunan ini memakai barang bekas? atau sebaliknya,
(joei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *