Prioritas

PT AMNT Pemicu Potret Buram Ekonomi NTB: HMI Desak Pemprov Harus Tegas

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Akhir-akhir ini publik di hebohkan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang menyoroti pertumbuhan ekonomi NTB yang anjlok sampai minus -1,47%. Hal ini tentu sangat mengecewakan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) apalagi hal ini terjadi pada 100 hari kerja pemerintah Iqbal-Dinda setelah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2024-2029.

Masyarakat NTB yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa menaruh harapan besar terhadap tangan dingin dari mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia yang diamanahkan untuk membangun hubungan internasional dengan Turki. Tapi kenyataan yang terjadi justru diawal kepemimpinannya dihadapkan dengan persoalan krusial dan dapat teguran langsung dari Mendagri.

Lalu Muhammad Iqbal pada beberapa kesempatan yang kami dengarkan secara langsung pada saat pidato di forum-forum resmi telah menjelaskan alasan kenapa Perekonomian NTB bisa merosot begitu parah lantaran karena smelter yang di ada di PT AMMAN itu sudah berhenti beroperasi sama sekali karena ada masalah yang tengah diinvestigasi. Namun, di luar sektor pertambangan, ekonomi NTB justru tumbuh sebesar 5,57 persen. Bahkan di sektor pertanian kita tumbuh lebih dari 10 persen pertumbuhannya. Jadi sebetulnya kita on the track. Cuma karena memang ada masalah di tambang.

Ketua HMI Badko Bali Nusra Bidang ESDM Sugeng Aryanto menjelaskan bahwa setelah mendengar pernyataan dari Mendagri, kami juga telah melakukan kajian mendalam terhadap persoalan ini. Sebenarnya kami sudah beberapa kali menyatakan sikap bahwa PT Amman Mineral Nusa Tenggara memang menjadi masalah serius yang harus disoroti karena pada kondisi lapangan hingga kami mewawancarai masyarakat lingkar tambang belum merasakan dampak yang begitu positif dengan kehadiran tambang batu hijau.

“Selain jadi pemicu anjloknya perekonomian NTB, beberapa temuan kami juga yang harus menjadi pertimbangan Pak Iqbal untuk segera lakukan koordinasi dengan Mentri ESDM untuk menghentikan PT AMNT untuk beroperasi secara total”. Sugeng melengkapi pejelasannya diantaranya ialah:

  1. Ketidaktransparanan Dana CSR dan Dugaan Manipulasi Pajak
  2. Krisis Sosial dan Pemiskinan Struktural
  3. Kejahatan Lingkungan
  4. Deforestasi dan Kerusakan Ekosistem

“Bahkan kami juga telah melayangkan dokumen laporan investigasi kepada Dinas ESDM NTB, Komisi IV DPRD NTB dan saat ini masih berupaya ke Jakarta untuk sampaikan secara langsung kepada Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementrian ESDM” tutup Sugeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *