Prioritas

Dansektor 7 Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si Sosialisasikan Program Citarum Harum Di Hadapan Siswa Sekolah Dasar

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.Kab Bandung, – Puluhan siswa SDN Rancamanyar di berikan edukasi terkait pelestarian dan kebersihan lingkungan oleh Komandan Sektor 7 Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si. dalam program sosialisasi Citarum Harum yang bertempat di bantaran sungai Kp. Bojongsayang Desa Rancamanyar, Baleendah, Kabupaten Bandung. Rabu (30/11/22).

Pantauan di lokasi Komandan Sektor 7 dalam pelaksanaannya di dampingi oleh Peltu Jumain selaku Dansub 5/Rancamanyar beserta para staf Posko.

Kolonel Caj (K) Nurjanah dalam pemaparannya mengacu kepada Peraturan Presiden No. 15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai Citarum.

Dengan humanis dan riang sembari memberikan sedikit permainan kepada para siswa, agar siswa bisa lebih senang dan tidak bosan saat di berikan pemaparan terkait kebersihan lingkungan tersebut.
“Kami berikan pemahaman kepada para siswa agar kelak di masa mendatang merekalah yang akan menjadi regenerasi penerus sebagai Agent of Change (agen perubahan) yang bisa meneruskan cita-cita Citarum Harum”. Ujar Ibu Kowad, panggilan akrab di Sektor 7.

Kolonel Caj (K) Nurjanah yang sempat menjabat sebagai Kaajendam Jaya juga nengatakan, tentunya kami, juga memberikan sedikit dalil atau kata-kata bijak yang berkaitan dengan norma agama, seperti bahwa kebersihan merupakan sebagian dari pada iman dan betapa penting menjaga kelestarian terkhusus daerah aliran sungai.

“Kami berikan pemahaman kepada mereka jika air merupakan kebutuhan utama bagi makhluk hidup di bumi, sehingga tidak ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun, air yang tercemar dapat menjadi malapetaka karena kondisi yang tidak benar, baik kualitas maupun kuantitasnya”. Ucapnya.

Dilanjutkannya, kita ketahui bahwa pencemaran air dapat di definisikan sebagai masuknya atau di masukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak berguna lagi sesuai dengan peruntukannya.

“Penyebab dari itu semua bisa berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, bahkan limbah pertanian pun dapat mencemari lingkungan karena penggunaan fertilizer sebagai pestisida yang kadang-kadang dilakukan secara berlebihan, sering menimbulkan dampak negatif pada keseimbangan ekosistem air”. Jelasnya.

Dari apa yang di sampaikan, sambung Srikandi Citarum Sektor 7, berharap para siswa benar-benar bisa menilai prilaku mana saja yang dapat mereka terapkan dalam mengaplikasikan pada kehidupan di masa mendatang tentang bagaimana cara atau langkah agar mampu melestarikan lingkungan secara berkesinambungan.

“Tentunya, kami terus memberikan penegasan kepada para siswa bawasannya membuang sampah sembarangan terutama ke daerah aliran sungai, itu merupakan prilaku tidak baik, karena sungai bukan tempat sampah, jaga, rawat dan lestarikanlah alam ini agar bersih dan sehat”. Tutup Kol. Caj (K) Nurjanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *