Agus Ega dan Tim Investigasi Cek Lokasi Minim PJU Flyover Laswi ,Mengakibatkan Kader FKPPI Tewas Kecelakaan
Media Kabar. Net. BANDUNG — Kecelakaan tunggal yang menewaskan Iwan Djembar, Wakil Bendahara FKPPI Kota Bandung, di kawasan Flyover Laswi, Kota Bandung, memicu sorotan terhadap minimnya penerangan jalan umum (PJU) di lokasi tersebut.
Iwan Djembar dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak pembatas jalan pada Jumat malam, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 23.30 WIB.
Peristiwa tersebut diketahui oleh Gozaali yang kebetulan melintas di sekitar lokasi dan melihat kejadian tersebut
Kabar duka disampaikan Ketua PC 10.09 FKPPI Kota Bandung melalui akun Instagram @adde_ms pada 21 Agustus 2026. Keluarga besar FKPPI Kota Bandung menyampaikan belasungkawa serta mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
Kepergian Iwan kemudian mendapat perhatian serius dari Agus Ega, bagian dari Tim Investigasi keluarga besar FKPPI Kota Bandung.
Agus mengaku terpukul atas meninggalnya Iwan. Namun, selain menyampaikan duka, ia bersama sejumlah anggota FKPPI memilih melakukan pengecekan langsung ke lokasi kecelakaan untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Tim Investigasi FKPPI Cek Langsung Lokasi
Pada Minggu malam, 23 Agustus 2026, Agus Ega bersama beberapa anggota keluarga besar FKPPI Kota Bandung melakukan investigasi dan pengecekan di kawasan Jalan Laswi hingga Flyover Laswi.
Hasil pengecekan lapangan menunjukkan bahwa penerangan di sejumlah titik sepanjang Jalan Laswi dan kawasan Flyover Laswi dinilai masih minim.
Tim juga menemukan persoalan pada area pembatas atau tanda pemisah antara jalur menuju flyover dan jalur ke bawah flyover. Menurut hasil pengamatan mereka, pada titik tersebut tidak terdapat pembatas atau tanda yang cukup terlihat untuk membantu pengguna jalan pada malam hari.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan.
Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan minimnya PJU sebagai penyebab kecelakaan. Penyebab pasti kecelakaan tetap menjadi kewenangan pihak berwenang untuk menentukan berdasarkan pemeriksaan dan bukti yang ada.
Namun, menurutnya, kondisi jalan yang minim penerangan merupakan faktor risiko yang tidak boleh diabaikan.
«“Kenapa hal tersebut bisa terjadi dan bahkan sering terjadi berulang kali, dan kali ini peristiwa terjadi terhadap keluarga besar kami,” ujar Agus.
Kepada Wali Kota Bandung dan Gubernur Jabar
Agus Ega bersama warga meminta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan perhatian serius terhadap kondisi penerangan serta keselamatan pengguna jalan di kawasan Flyover Laswi.
Mereka meminta pemerintah segera memastikan siapa yang memiliki kewenangan atas ruas jalan tersebut dan tidak terjadi saling lempar tanggung jawab.
Menurut Agus, apabila kewenangan berada pada pemerintah kota, maka Pemkot Bandung harus segera melakukan perbaikan. Jika terdapat bagian yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maka Pemprov Jabar juga diminta segera turun tangan.
“Pak Wali Kota Bandung dan Pak Gubernur Jawa Barat, kami meminta kondisi Flyover Laswi ini segera diperiksa. Jangan sampai menunggu ada korban berikutnya baru dilakukan perbaikan,” tegasnya.

Agus juga meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lampu PJU, titik-titik gelap, rambu, pembatas jalan, serta tanda pemisah jalur di sekitar flyover..
Bandung Caang Baranang Dipertanyakan
Kondisi tersebut sekaligus mengingatkan kembali pada semangat “Bandung Caang Baranang”, yang menjadi tagline Pemerintah Kota Bandung dalam upaya menghadirkan penerangan jalan dan lingkungan kota.
Bagi Agus dan warga, slogan tersebut harus dibuktikan melalui kondisi nyata di lapangan.
Jangan sampai masih terdapat ruas jalan yang minim penerangan, sementara masyarakat membutuhkan akses jalan yang aman, khususnya pada malam hari.
Dalam konteks PJU Kota Bandung, penerangan jalan berkaitan dengan kewenangan pemerintah dan instansi teknis sesuai status masing-masing ruas jalan. Karena itu, status kewenangan Flyover Laswi juga perlu dipastikan agar penanganannya tidak terhambat persoalan administratif.
Jangan Tunggu Korban Berikutnya
Agus Ega menilai persoalan PJU bukan sekadar masalah kenyamanan dan estetika kota, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.
Selain meningkatkan risiko kecelakaan, kawasan yang gelap juga berpotensi meningkatkan kerawanan terhadap tindak kriminalitas pada malam hari.
Ia pun meminta pemerintah segera melakukan evaluasi dan memperbaiki titik-titik penerangan yang bermasalah.
Bahkan, Agus meminta pejabat atau pihak yang terbukti lalai menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan menunggu ada korban berikutnya baru dilakukan perbaikan,” menjadi keresahan warga terhadap kondisi penerangan di kawasan tersebut.
Pajak Penerangan Jalan Dipertanyakan
Agus Ega dan warga juga mempertanyakan kewajiban masyarakat membayar pajak penerangan jalan yang dibebankan melalui tagihan listrik.
Menurut mereka, masyarakat berhak mendapatkan fasilitas penerangan jalan yang layak, aman, dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Karena itu, mereka berharap pemerintah menjelaskan bagaimana pengelolaan dan pemanfaatan penerimaan terkait penerangan jalan, sekaligus memastikan fasilitas PJU di lapangan benar-benar terawat.
Bagi keluarga besar FKPPI Kota Bandung, meninggalnya Iwan Djembar tidak boleh hanya berhenti sebagai kabar duka.
Peristiwa tersebut diharapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan dan penerangan di kawasan Flyover Laswi.
Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Jangan sampai “Bandung Caang Baranang” hanya menjadi tagline, sementara masih ada ruas jalan yang gelap dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.**
