Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Sarankan Ditjen PAS jadi Badan Pemasyarakatan Nasional

Bagikan berita:

Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Sarankan Ditjen PAS jadi Badan Pemasyarakatan Nasional

Media-jabar.net Sabtu 28/04/2018 Nasional – Jawa Barat – Kota Bogor — Presiden the World Peace Committee 202 Negara HE Mr Djuyoto Suntani yang lahir di Indonesia, ketika diminta hadir dan memberikan pesan dalam HUT Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) ke 54 yang tepat pada tanggal 27 April 2018, menyarankan agar status Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dinaikan statusnya menjadi Badan Pemasyarakatan Nasional (BAPASNAS) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Orang Paling Berpengaruh di Planet itu ketika berkunjung ke Lapas Kelas IIA Peledang Kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia, Sabtu siang 28 april 2018.

Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani saat berkunjung ke Lapas kelas IIA Paledang kota Bogor bertemu dengan Kalapas H. Gunawan Sutrianadi, Jawa Barat, Indonesia, 28/04. (Den.Mj)

Menurut Tokoh Dunia yang baru saja “Menyatukan Dua Pemimpin Korea”, pada awak Media-jabar.net Presiden Dunia menyampaikan bahwa, “ini ada Sembilan dasar alasan menaikan status Ditjen PAS menjadi Badan Pemasyarakatan Nasional”, ucapnya.

Inilah Sembilan dasar alasan yang di sampaikan HE Mr Djuyoto Suntani menaikan status Ditjen PAS menjadi Badan Pemasyarakatan Nasional ;

Pertama, tuntutan zaman yang luar biasa cepat. Pekerjaan yang diurusi begitu besar dan komplek yang tidak bisa lagi diurus level Direktur Jenderal Kementerian.

Kedua, warga binaan Lapas sekarang mengglobal dan dihuni para tokoh nasional mantan Menteri, Ketua Lembaga Tinggi Negara, Gubernur, Jenderal, dll.

Ketiga, sumber daya manusia. Begitu komplek dan jelimet, yang diurus Lapas sehingga dibutuhkan banyak pejabat Eselon 1, 2 dan 3. Selama ini Eselon 1 hanya satu orang, yaitu Dirjen PAS sehingga otiritas nya terbatas. Di Lapas butuh 8 Eselon 1, 32 Eselon 2 dan seterusnya.

Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani saat berkunjung ke Lapas kelas IA Palu, Sulawesi Tengah.

Keempat, daya tampung terbatas. Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani tiap ada kesempatan berkunjung ke Lapas selalu melihat sendiri daya tampung terbatas sehingga terkesan tidak manusiawi.

“Jika sudah menjadi Badan Pemasyarakatan Nasional yang langsung bertanggung jawab ke Presiden RI, bisa dibangun banyak Lapas baru”, tegas Tokoh Dunia yang peduli terhadap sesama ini.

Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani bersama para jurnalis Media-jabar grup bersilaturahmi ke Lapas kelas IIA Paledang kota Bogor, Jabar, Indonesia. (28/04) Den.Mj

Kelima, aspek manusiawi. Menaikan Ditjen PAS jadi Badan karena aspek manusiawi. Dengan kapasitas terbatas implikasinya seperti tidak manusiawi.

Keenam, aspek keamanan. Jika menjadi Badan, aspek keamanan lebih terkendali. Negara benar -benar hadir menjaga warga binman.

Ketujuh, aspek Internasional dan citra baik bangsa Indonesia. Era global sekarang, semua mata dari seluruh dunia memantau kita. Termasuk memantau sampai ke dalam Lapas.

Kedelapan, aspek Ekonomi. Dinaikan menjadi Badan bisa menguntungkan untuk negara dan masyarakat. Di Lapas tertentu bisa dijadikan cagar budaya sekaligus “objek wisata”. Masyarakat umum bisa berkunjung sebagai destinasi wisata yang dipungut biaya. Selain mendatangkan pendapatan untuk Negara juga mengubah image seram jadi ramah.

Presiden Dunia bersama Kalapas dan Yayasan Patali Warga kota Bogor, memberikan pesan salam perdamaian di Lapas kelas IIA Paledang kota Bogor, Jabar, Indonesia, 28/04. (Den.Mj)

Kesembilan, negara membuka lapangan kerja baru. Jika dinaikan menjadi Badan otomatis negara membuka lapangan kerja baru untuk rakyat Indonesia.

“Tahun 2018 ini juga ubah dan tingkatkan Ditjen PAS jadi Badan Pemasyarakatan Nasional,” tegas Tokoh yang sangat Dihormati Dunia International ini. (Den.mj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *