TANAH ADAT ALM SANUKRI SEJAK TAHUN 1976 SAMPAI 2020 TIDAK PERNAH DI PERJUAL BELIKAN

Bagikan berita:

Media jabar net. kab Bandung  -Atim sebagai kuasa ahli waris atas kepemilikan tanah adat dari almarhum sanukri pada tangal 2 Desember 2019 melaporkan perihal kasus dugan penyerobotan tanah yang dilakukan oleh saudara kokon suryadi  seluas 8400 M2 atas nama almarhum sanukri ke Ditreskrimum polda jabar .

Terkait pelaporan tersebut kepada awak media yang di temui di lokasi tanah adat alm sanukri sabtu (4/7/2020) Atim berharap agar penegak hukum dapat mempercepat proses penyidikan agar dapat mengungkap kasus ini secara tuntas .karena sejak tahun 1976 sampai dengan tahun 2020 tanah adat dari (alm) sanukri  yang terletak di desa malati wangi  kecamatan cilengkrang  kab bandung seluas 8400 M2 tidak pernah di perjual belikan bahkan setiap tahunya pbb selalu dibayarkan  sampai dengan tahun 2020 dan tanah ini sudah di miliki berpuluh tahun dan terdaftar di pemda kab soreang  peta bidangnya sudah lengkap  dokumenya ada di bpn kab bandung mohon tanah adat sanukri (alm)  jangan sampai di  jual belikan Atim kuasa ahli waris sanukri (alm) berharap agar  tanah adat sanukri(alm) dapat kembali ke ahli waris sanukri (alm) seperti semula dan kami akan mempertahankan tanah adat milik alm sanukri . Atim sebagai kuasa ahli waris pada tangal 10 maret 2020 megajukan permohonan pembelokiran   shm atas nama bapak burhanudin dengan warkah asal -usul berasal dari bapak salnasik (alm) dalam penjualanya oleh sdr kokon suryadi kepada bapak burhanudin lokasi objek tanah ada di blok cijebung  luas 5100 m2 dengan no akte jual beli No 14752017/13 april 2017 dikeluarkan oleh notaris Iin abdul jalil dan atau di lampiri warkah waris  registrasai kec cilengkerang  No 47431/9/kc 2016 megigat bahwa objek tanah tersebut  adalah milik adat bapak sanukri (alm) yang sudah terdaptar No AJB 2176 tangal 10/1/1976 kohir No 3820 persil No 33 D VIII Blok Cijebung luas 4200 M2 batas utara solokan batas timur jalan desa /batas desa cipanjalu ,batas selatan sanukri dan batas barat solokan kami memohon kepada bapak kepala kantor  ATR/BPN kab bandung untuk segera adakan pemblokiran objek tanah tersebut. (Yd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *