ALIANSI BURUH JABAR KEPUNG GEDUNG SATE.

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.Bandung – Problem upah murah dan sistem kerja yang tidak memberikan kepastian masa depan dengan penerapan sistem kontrak, outsorcing, dan padat karya yang selalu menjadi momok dari para pekerja.

Atas dorongan problem yang tidak pernah tuntas itulah tidak kurang dari 1000 orang anggota mendatangi Kantor Gubernur Jabar untuk menyampaikan aspirasi.

Aliansi Buruh Jawa Barat yang terdiri dari berbagai organisasai serikat pekerja dari perusahaan beberapa daerah, diantaranya Karawang, Cikampek, Sumedang melakukan demo damai yang dimulai dari jam 12.00 disaat terik matahari begitu panas (20/11/2019).

Orasi yang mereka sampaikan secara bergantian meminta agar pihak pemprov mau menerima perwakilan mereka untuk negosiasi tuntutan mereka yang akhirnya diizinkan masuk untuk bertemu dengan pejabat di provinsi.

Ada enam point yang mereka tuntut diantaranya :

1.kenaikan upah 2020 18.05%
2.cabut PP no. 78 tahun 2015
3.menghilangkan sistem kerja kontrak
dan outsorcing
4.tolak revisi UU ketenakerjaan no. 13 tahun 2003
5.tolak permenaker no. 15 tahun 2018
6.tolak upah padat karya
7.tolak kenaikan iuran BPJS
Ada keunikan dalam demo ini, sambil menunggu utusan mereka bernegosiasi mereka berjoget dan bernyanyi diiringi dengan kelompok musik karyawan yang telah mereka persiapan.

Walaupun hujan yang mengguyur kota Bandung sore itu tidak menyurutkan aksi mereka yang berahir kondusif (RoNI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *