Tol Akses Patimban saat ini progres sudah mencapai 68 Persen, Pemerintah Percepat Konektivitas Logistik Nasional
Subang, media jabar net – Pemerintah melalui Kementerian PU terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Hingga Juni 2026, progres fisik proyek strategis nasional tersebut telah mencapai 68 (enam puluh delapan) persen.
Pembangunan jalan tol sepanjang 22,94 kilometer itu dikerjakan oleh Satuan Kerja Jalan Bebas Hambatan (Satker JBH) Provinsi Jawa Barat pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas menuju Pelabuhan Patimban.
Berdasarkan data pelaksanaan proyek, progres pada Paket 1 sepanjang 7,69 kilometer telah mencapai 58,143 persen. Sementara Paket 2 sepanjang 6,2 kilometer mencapai 67,436 persen, Paket 3 sepanjang 5,5 kilometer sebesar 73,436 persen, dan Paket 4 sepanjang 3,55 kilometer telah mencapai 73,658 persen.
Percepatan pekerjaan terus dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk pembangunan Interchange Pusakanegara yang nantinya akan terhubung langsung dengan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.
Keberadaan interchange tersebut diharapkan mampu memperlancar arus distribusi barang sekaligus memperkuat integrasi antara jaringan jalan tol dengan jalan nasional.
Kepala Satker JBH Provinsi Jawa Barat, Yuanita Kiki Sani, mengatakan pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban memiliki peran penting dalam mendukung operasional Pelabuhan Patimban sebagai salah satu hub logistik nasional.
“Dengan tersedianya akses tol yang memadai, distribusi barang dan mobilitas logistik dari dan menuju Pelabuhan Patimban diharapkan dapat berlangsung lebih efisien,” ujar Yuanita dalam keterangannya.
Menurutnya, proyek tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Jawa Barat, terutama melalui penguatan konektivitas antarwilayah dan pengembangan kawasan industri.
“Kehadiran jalan tol ini diproyeksikan menjadi salah satu urat nadi logistik masa depan yang mendukung aktivitas ekspor dari kawasan industri Cikarang-Cibitung-Karawang serta pengembangan wilayah Subang dan sekitarnya,” katanya.(red)
