Polemik Internal Mencuat, Aktivitas SBNI–APAK Jabar Tidak Lagi Bersekretariat di Jalan Dalam Kaum
Media Jabar. Net. BANDUNG — Aktivitas sekretariat organisasi Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) DPD Jawa Barat dan Aliansi Pemuda Anti Korupsi (APAK) Jawa Barat yang sebelumnya berlokasi di Jalan Dalam Kaum No. 71, lantai 2, dikabarkan tidak lagi berjalan seperti biasa. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan internal di tubuh organisasi, Rabu (29/02026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penghentian aktivitas sekretariat tersebut dipicu oleh adanya dinamika internal yang belum terselesaikan. Sejumlah pihak menyebut adanya perbedaan pandangan hingga konflik dalam kepengurusan.
Salah satu sumber internal, yang mengaku sebagai mantan bagian dari Bidang Investigasi SBNI dan Keluarga Besar SBNI dan APAK, Haji C.A.Hamzah,S.H menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi organisasi saat ini. Ia menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam kepemimpinan, serta minimnya komunikasi terhadap anggota.
“Banyak anggota merasa tidak mendapatkan perhatian, terutama dalam kondisi sulit. Ini menjadi salah satu sumber kekecewaan,” ujarnya.
Saat anggota- anggotanya Kondisi Sulit dan saat Sakit tidak ada kepedulian Sosial sebagaimana layaknya seorang Pimpinan (Leader), tandasnya.
Selain itu, muncul pula penilaian dari sebagian pihak internal terkait gaya kepemimpinan yang dianggap kurang terbuka terhadap masukan, tandas Hamzah.
Secara umum, kondisi berhentinya aktivitas sekretariat seringkali berkaitan dengan persoalan internal organisasi, seperti konflik kepengurusan, perbedaan visi dan misi, hingga persoalan tata kelola organisasi. Situasi seperti ini juga bisa berdampak pada keberlangsungan program kerja dan kepercayaan anggota.
Terkait isu lain yang turut beredar, termasuk dugaan keterkaitan dengan pendanaan kegiatan dan juga terdapat beberapa bukti yang ada yang dapat saya pertanggung jawabkan, ujar Hamzah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengurus SBNI maupun APAK Jawa Barat terkait kondisi terkini organisasi serta alasan penghentian aktivitas sekretariat tersebut.
Sejumlah pihak berharap polemik yang terjadi dapat segera diselesaikan secara internal melalui dialog dan musyawarah, sehingga roda organisasi dapat kembali berjalan dan hubungan antar anggota dapat dipulihkan.***
