Prioritas

H+6 Libur Lebaran 2023, Situ Bagendit Masih Diserbu Pengunjung

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.Garut- Animo masyarakat terhadap destinasi wisata Situ Bagendit masih begitu tinggi. Pantauan tim media-jabar.net di lokasi, Jumat (28-04-2023), terlihat ribuan wisatawan mengunjungi objek wisata Situ Bagendit.

Selain pengunjung lokal, objek wisata Situ Bagendit juga dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai daerah di Indonesia. 

Erwin (45) seorang pengunjung asal Kabupaten Bandung mengaku sangat senang dan kaget melihat kondisi Situ Bagendit sekarang.

Diakuinya, Situ Bagendit sekarang lebih indah. Fasilitasnya lebih nyaman dan sangat tertata dengan baik.

“Kondisinya sangat jauh berbeda saat terakhir saya berkunjung ke Situ Bagendit dua tahun lalu. Seperti penataan parkir yang sudah baik dan rapih. Pintu masuk dan keluar yang berbeda sehingga tidak mengakibatkan penumpukan pengunjung dan tidak adanya sampah yang berserakan di lokasi wisata,” ucap Erwin yang kebetulan sedang mudik ke Garut.

Lanjut dikatakan Erwin, ada sedikit ketidaknyamanan saat dirinya berkunjung ke Situ Bagendit.

Ia merasa terganggu dengan adanya penjual jasa mobil-mobilan dan otopet yang mangkal di kawasan zona 1.

“Setahu saya zona tersebut khusus bagi pengunjung,” kata Erwin.

Ia berharap kedepannya pengelolaan Situ Bagendit lebih baik lagi, sehingga daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Situ Bagendit semakin besar.

Sementara itu, Sekretaris Disparbud Kabupaten Garut, Mamun menjelaskan para penjual jasa mobil-mobilan dan otopet tersebut sebelumnya sudah diberi peringatan agar jangan mangkal di lokasi zona 1.

“Kami sudah berikan peringatan jangan mangkal di lokasi khusus pengunjung. Bahkan pihaknya sudah memberikan fasilitas atau tempat khusus bagi para penjual jasa tersebut. Lokasi yang sudah kami sediakan yakni di Marina, tapi mereka tidak mengindahkannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mamun menjelaskan pasca dilakukan revitalisasi oleh Kementerian PUPR RI,
sekarang Situ Bagendit menjadi ikon destinasi wisata nasional yang mana terbagi menjadi 6 zona.

“Zona 1 diperuntukan bagi wisata publik, zona 2 area kuliner, zona 3 area green school, zona 4 area komersil, zona 5 area water sport dan zona 6 area masjid serta konservasi,” ujar Mamun.

“Lingkup pengerjaan revitalisasi sendiri meliputi pembangunan jogging track sepanjang 6 km, pusat kuliner, taman teratai, restoran, taman bermain, jembatan untuk swafoto, dan masjid terapung,” tutup Mamun.

Dedi Dofwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *