Kota Bandung

Dansektor 22 Kolonel Eppy Gustiawan Tegas Pada Pengelola Pasar Gede Bage Masalah Sampah

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.Bandung –  Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Eppy Gustiawan melakukan Kunjungan Kerja ke Pasar Induk Gedebage, untuk meninjau kembali  pengelolaan sampah di area pasar, Senin (4/01/2021)

Terbengkalainya tata kelola sampah Pasar Induk Gedebage menuai hasil yang tidak baik, masih belum terkelola dengan benar sehingga pemandangan yang tidak sedappun masih tampak.

Baca juga http://media-jabar.net/prioritas/peletakan-batu-pertama-pembangunan-pure-jala-wira-adhiguna/.

Dengan paradigma tersebut, Kolonel Eppy Gustiawan bertindak tegas, bahwa tidak ada satu orangpun yang bisa mengotori lingkungan karena ujung ujungnya sampah akan masuk ke Daerah Aliran Sungai.

“Kami serius berkomitmen ingin menertibkan pengolahan sampah yang ada di Pasar Induk Gedebage dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) saat ini masih berada disini,” kata Dansektor 22 saat ditemui awak media.

Pada kunjungannya Dansektor 22 didampingi Camat Panyileukan (Dta. Sri Kurniasih, M.Si.,) Lurah Mekarmulya, Kepala Pasar Gedebage dan Kasi Trantib Kecamtan Panyileukan.

Maksud dari Dansektor 22 adalah agar Kolam Retensi yang berada di area pasar suapaya tampak semakin indah, bersih serta terjaga kebersihannya, “Sehingga berfungsi tidak hanya menanggulangi banjir saja namun bisa menjadi destinasi wisata bagi warga Kota Bandung bagian timur,” imbuh Eppy.

Hal diatas mencerminkan, bahwa satgas Citarum Harum bukan hanya mendobrak ketidak beresan masalah sungai, namun memungsikan kembali Tata Ruang Kota yang benar, seharusnya terkendali sejak awal perencanaan bahkan tertuang pada feasibility study (study kelayakan) yang benar.

Menurut Kolonel Eppy, Kita tidak usah kembali kebelakang walaupun segala rencana ruang kota pasti ada feasibility study, namun ayo kita bersama bergerak kedepan untuk bertindak membereskan masalah sampah di sini.

Fakus ke pengembangan lingkungan bersih dan sehat, Kolonel Eppy sangat berharap tujuan Citarum Harum bisa tercapai, dengan dedikasi kota yang bersih dan akan membangun index kebahagian masyarakatnya. (Asep/Jpch).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *