Program Ketahanan Pangan BUMDes Desa Anjun Diduga Mandek, Kolam Bioflok Terbengkalai
Media Jabar. Net. Purwakarta: Rabu 01/04/2026 – Program ketahanan pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diduga tidak berjalan efektif dan kini terbengkalai.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, fasilitas budidaya ikan menggunakan sistem bioflok yang sebelumnya digadang-gadang menjadi penopang ketahanan pangan desa, kini terlihat kosong dan tidak terawat. Sejumlah kolam yang diperuntukkan untuk budidaya ikan lele dan patin tampak tidak berisi, tanpa aktivitas yang menunjukkan adanya pengelolaan berkelanjutan.
Warga setempat mengaku menyayangkan kondisi tersebut. Pasalnya, program ketahanan pangan yang dikelola melalui BUMDes ini sempat diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di tingkat desa.
“Dulu sempat jalan, tapi sekarang sudah lama kosong. Tidak ada lagi kegiatan di kolam bioflok itu,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Diketahui, setiap tahunnya BUMDes Desa Anjun menerima alokasi anggaran dari dana desa untuk mendukung berbagai program, termasuk ketahanan pangan. Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utama kegagalan program tersebut sehingga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Minimnya transparansi dan pengawasan diduga menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap mandeknya program tersebut. Warga berharap pemerintah desa serta pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh agar anggaran yang telah digelontorkan tidak terbuang sia-sia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola BUMDes Desa Anjun belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terbengkalainya program ketahanan pangan tersebut.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah desa dan instansi terkait di Kabupaten Purwakarta untuk menghidupkan kembali program ketahanan pangan yang dinilai penting bagi kesejahteraan warga.
(M.Sasmita)
