Prioritas

Dana Talangan Rp40 Juta Menggantung, Tim Putri Porprov Soroti Kinerja Disporaparbud

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Purwakarta, –
29 Maret 2026. Manajer Tim Putri BK Porprov, Yeni Nuraeni, meluapkan kekecewaan mendalam atas lambatnya respons Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta dalam menyikapi persoalan yang membelit timnya.

Yeni menegaskan bahwa poin krusial yang ia tuntut bukan sekadar persoalan anggaran, melainkan bentuk kepedulian dan pendampingan nyata dari otoritas terkait terhadap dinamika internal kepengurusan Porprov.
“Keberhasilan adalah buah dari sebuah proses panjang yang kami lalui dengan penuh pengorbanan, baik materi maupun tenaga. Namun sangat disayangkan, perjuangan tersebut seolah diabaikan tanpa ada apresiasi maupun solusi konkret dari pihak dinas,” ungkap Yeni.

Ia pun menyoroti janji Kepala Disporaparbud yang sebelumnya berkomitmen untuk melakukan mediasi atau tabayyun dengan pihak PSSI Purwakarta. Sayangnya, hingga saat ini janji tersebut dinilai hanya menjadi retorika tanpa realisasi.
Kekecewaan Yeni kian memuncak akibat alur koordinasi birokrasi yang dianggap tidak profesional. Ia mengaku merasa “dioper” dari satu pejabat ke pejabat lainnya tanpa mendapatkan kepastian.
“Kami sudah menunggu cukup lama. Komunikasi dilempar dari Kepala Dinas ke Kepala Bidang, namun hingga kini tidak ada titik temu dengan alasan Ketua PSSI belum bisa ditemui. Ini menunjukkan birokrasi yang buntu,” keluhnya.

Yeni mendesak agar Disporaparbud tidak berlindung di balik alasan keterbatasan anggaran. Menurutnya, ada nasib atlet dan pengurus yang telah bekerja keras demi nama baik Purwakarta yang kini justru terkatung-katung akibat ketidakjelasan ini.
Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa pembiaran ini berpotensi memicu konflik yang lebih besar, terutama terkait dana talangan yang digunakan untuk kebutuhan operasional tim yang kini menjadi beban beban tersendiri.
“Persoalan ini akan semakin meruncing jika terus dibiarkan. Kami berharap Disporaparbud segera mengambil langkah nyata. Jangan sampai pengorbanan para atlet dan pengurus yang berjuang demi daerah justru berakhir sia-sia akibat ego birokrasi,” tegasnya menutup pembicaraan.

Sementara saat di konfirmasi melalui pesan Wats up nya,bendahara Tim Putri Purwakarta menuturkan,
“Terkait dana talang yang telah mencapai lebih dari 40 juta rupiah, saya merasa sangat keberatan dengan situasi saat ini. Minimnya tanggung jawab dan sulitnya komunikasi membuat saya merasa sangat dirugikan. Saya meminta komitmen nyata agar dana tersebut segera dikembalikan sebagaimana janji di awal”.
Ungkapnya.

(M.Sasmita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *