Usung Spirit Pembangunan Daerah, FORPEMAL Bandung Raya Resmi Dilantik
Media Jabar. Net. BANDUNG, 30 September 2026 — Setelah sempat vakum selama tujuh tahun, Forum Pelajar dan Mahasiswa Lampung (FORPEMAL) Bandung Raya kembali bangkit. Kepengurusan FORPEMAL Bandung Raya periode 2026–2028 resmi dilantik pada Rabu 30 September 2026 di Rooftop Gedung DPRD Jawa Barat, dengan Pratama Zulkarnaen ditetapkan sebagai Ketua Umum.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan kembali organisasi yang menjadi wadah berhimpun pelajar dan mahasiswa asal Lampung di Bandung Raya. Tidak hanya menjadi ajang seremonial, pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya kembali semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kontribusi generasi muda Lampung di tanah rantau.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penghubung Lampung, tokoh masyarakat Lampung, Ketua Lampung Sebuai, serta Ketua Ikatan Keluarga Lampung Bandung (IKLB). Kehadiran berbagai elemen tersebut menjadi dukungan sekaligus harapan agar FORPEMAL dapat kembali menjalankan perannya sebagai wadah mahasiswa dan pelajar Lampung di Bandung Raya.
Dalam sambutannya, Ketua FORPEMAL Bandung Raya periode 2026–2028, Pratama Zulkarnaen menyampaikan bahwa kembalinya FORPEMAL setelah tujuh tahun vakum merupakan momentum yang harus dimaknai sebagai awal dari perjalanan baru dalam semangat kontribusi untuk pembangunan daerah Lampung.
“Hari ini adalah momentum kebangkitan FORPEMAL Bandung Raya. Setelah tujuh tahun vakum, kita kembali hadir bukan hanya untuk menghidupkan sebuah nama, tetapi untuk membangun kembali semangat, kekeluargaan, dan ruang kolaborasi bagi pelajar dan mahasiswa Lampung di Bandung Raya,” ujar Pratama.
Pratama mengaku optimistis dengan kepengurusan baru yang diisi oleh generasi muda dengan energi dan gagasan baru.
“Saya percaya FORPEMAL punya masa depan yang besar. Kita memiliki anak-anak muda yang punya energi, punya gagasan, dan punya kepedulian terhadap Lampung. Tugas kita adalah menyatukan potensi tersebut dalam satu wadah yang produktif dan bermanfaat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa FORPEMAL tidak boleh hanya aktif di lingkungan internal organisasi, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin FORPEMAL menjadi rumah bagi pelajar dan mahasiswa Lampung di Bandung Raya. Rumah untuk bertumbuh, berdiskusi, belajar, berjejaring, dan berkontribusi. Kita ingin organisasi ini hadir dengan program yang nyata, bukan sekadar nama dan struktur kepengurusan,” tegasnya.
Pratama juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat Lampung, perguruan tinggi, komunitas, hingga alumni.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan arahan dari para senior, tokoh masyarakat, pemerintah, alumni, serta seluruh keluarga Lampung. Kami ingin membangun FORPEMAL secara bersama-sama. Karena organisasi ini bukan milik satu orang, melainkan milik kita bersama,” ungkapnya.
Perwakilan Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Lampung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kembali aktifnya FORPEMAL Bandung Raya.
Menurutnya, keberadaan organisasi mahasiswa dan pelajar Lampung di luar daerah merupakan aset penting dalam membangun jejaring dan memperkuat hubungan generasi muda dengan daerah asal.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kebangkitan kembali FORPEMAL Bandung Raya. Anak-anak muda Lampung yang sedang menempuh pendidikan di Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pembangunan Lampung ke depan,” ujar perwakilan Badan Penghubung Lampung.
Ia berharap FORPEMAL dapat menjadi wadah yang produktif serta mampu membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Kami berharap FORPEMAL tidak hanya menjadi organisasi internal mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi, gagasan, dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi Lampung,” tambahnya.
Badan Penghubung Lampung juga mendorong agar generasi muda Lampung di Bandung tetap menjaga identitas, budaya, dan nilai kekeluargaan Lampung meskipun berada jauh dari daerah asal.
Sementara itu, Ketua Lampung Sebuai, menyampaikan bahwa kebangkitan FORPEMAL merupakan momentum untuk kembali mempererat hubungan antargenerasi muda Lampung di Bandung Raya.
“Kami tentu menyambut baik lahirnya kembali semangat FORPEMAL. Ini adalah ruang bagi anak-anak muda Lampung untuk berkumpul, bersilaturahmi, bertukar pikiran, dan membangun sesuatu yang positif,” ujarnya.
Ia berpesan agar FORPEMAL mampu menjaga semangat kekeluargaan dan tidak terjebak pada kepentingan kelompok.
Ketua Lampung Sebuai juga berharap FORPEMAL dapat menjadi wadah lahirnya generasi muda Lampung yang mampu berkiprah tidak hanya di Bandung, tetapi juga di tingkat nasional.
“Anak-anak Lampung harus berani bermimpi besar. Bandung adalah salah satu pusat pendidikan dan kreativitas. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, membangun jaringan, dan membawa nama baik Lampung,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Ikatan Keluarga Lampung Bandung (IKLB) turut memberikan dukungan terhadap kepengurusan baru FORPEMAL Bandung Raya.
Ia menilai kehadiran FORPEMAL memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan hubungan antara pelajar, mahasiswa, alumni, dan masyarakat Lampung yang berada di Bandung.
Ia mengingatkan agar generasi muda dapat menjadikan organisasi sebagai tempat belajar kepemimpinan sekaligus memperluas jaringan.
“Gunakan organisasi ini sebagai tempat belajar. Belajar memimpin, belajar bekerja sama, belajar menghargai perbedaan, dan belajar memberikan manfaat. Jangan takut untuk membuat kegiatan dan terobosan baru,” katanya.
Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2028, FORPEMAL Bandung Raya kini memasuki babak baru setelah tujuh tahun tidak aktif.
Di bawah kepemimpinan Pratama Zulkarnaen, organisasi tersebut membawa semangat untuk membangun kembali eksistensi FORPEMAL melalui program-program yang berorientasi pada pengembangan pelajar dan mahasiswa, penguatan kekeluargaan, kebudayaan Lampung, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
