Prioritas

PT. Andalas Natural Coconut & PT Kana Tangtu Jamuga Berkolaborasi Dengan Prosignal Urai sampah Limbah Kelapa 5 Ton /Hari di TPS Gede bage Bandung

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. BANDUNG – Persoalan limbah kelapa muda di Kota Bandung mendapat angin segar. PT Andalas Natural Coconut (ANNACO) hadir di TPS/TPST Gedebage dengan program pengolahan limbah berbasis ekonomi sirkular.

Melalui program ini, ANNACO menargetkan mampu mengurai hingga 5 ton limbah kelapa muda per hari dengan mengaktifkan mesin produksi Cocochip di TPS Gedebage.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Andalas Natural Coconut, PT Prosignal Karya Lestari selaku pengelola TPS Gedebage, dan PT Kana Tangtu Jamuga sebagai support operasional.

Limbah kelapa yang selama ini menumpuk dan menjadi beban TPS, kini dikumpulkan, dipilah, dan diolah menjadi bahan baku bernilai ekonomi yang masuk ke rantai pasok industri.

Dari Limbah Jadi Komoditas Ekspor

Tak hanya mengurangi volume sampah, hasil pengolahan di TPS Gedebage akan masuk ke tahap hilirisasi di fasilitas pengolahan milik PT Andalas Natural Coconut.

Bahan baku tersebut akan diolah menjadi produk coconut chips dan Cocochips yang memiliki peluang besar untuk pasar ekspor.

“Konsepnya jelas, dari limbah menjadi bahan baku, dari sampah menjadi komoditas bernilai ekonomi, dan dari persoalan lingkungan menjadi peluang pemberdayaan masyarakat,” ujar perwakilan PT Andalas Natural Coconut, Evan Kusuma.

Menurutnya, rantai pengolahan yang dibangun mencakup pengumpulan limbah, pemilahan, pengolahan awal, pengiriman ke fasilitas produksi, pengolahan lanjutan hingga pemasaran domestik dan ekspor.

Dukung Pupuk Organik untuk Petani

Selain Cocochip, ANNACO juga mendukung pengolahan limbah organik menjadi pupuk organik yang dikelola PT Prosignal Karya Lestari.

Hasil pupuk tersebut akan didistribusikan kepada mitra dan petani binaan PT Andalas Natural Coconut yang tersebar di berbagai wilayah, khususnya Jawa Barat.

Sehingga tercipta ekosistem ekonomi sirkular, dimana limbah diolah menjadi produk bernilai dan kembali dimanfaatkan oleh sektor pertanian.

Sudah Cetak 400 UMKM dan 3.000 Lapangan Kerja

Direktur PT Andalas Natural Coconut, Ardhi Supriyanto, mengatakan program di Gedebage merupakan bagian dari pengembangan industri sirkular yang telah dilakukan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Sebagai putra daerah, tentu ada kebanggaan tersendiri ketika kita bisa ikut berkontribusi membantu menyelesaikan persoalan di daerah sendiri,” ujar Ardhi.

Ia menambahkan, model kemitraan yang melibatkan petani, UMKM, koperasi hingga pemerintah desa ini telah berhasil mendorong terbentuknya kurang lebih 400 UMKM baru serta membuka dan menyerap kesempatan kerja hingga sekitar 3.000 orang.

Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia. ” Pungkas nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *