Prioritas

355 Km Jalan Nasional Terjaga Mantap, Kinerja Satker PJN IV Jawa Barat Dorong Mobilitas dan Ekonomi

Bagikan berita:

Media jabar net – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta – Jawa Barat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat terus menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan nasional melalui berbagai program preservasi, pemeliharaan, serta pembangunan infrastruktur strategis sepanjang Tahun Anggaran 2026

Sebagai bagian dari upaya mendukung konektivitas regional, Satker PJN IV Jawa Barat saat ini menangani total panjang ruas jalan nasional sepanjang 355,39 kilometer .

Wilayah kerja Satker PJN IV meliputi sejumlah koridor utama nasional, dimulai dari ruas preservasi Bandung – Padalarang – Soreang hingga jalur Cirebon – Palimanan – Sumedang dan Nagreg – Rajapolah – Ciamis. Koridor ini menjadi jalur penting yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa lintas wilayah.

Pada Tahun 2026, Satker PJN IV melaksanakan berbagai paket preservasi jalan nasional melalui empat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), meliputi pekerjaan pemeliharaan rutin kondisi jalan, pemeliharaan rutin jembatan, hingga pemeliharaan berkala pada ruas Bandung – Padalarang – Soreang, Bandung – Cileunyi – Sumedang – Nagreg, Cirebon – Palimanan – Sumedang, serta Nagreg – Rajapolah – Ciamis.
Upaya preservasi tersebut memberikan hasil positif terhadap tingkat kemantapan jalan nasional.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Ratno Adi Setiawan, menyampaikan bahwa preservasi jalan nasional tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas fisik jalan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan wilayah.

“Preservasi jalan nasional merupakan langkah berkelanjutan untuk menjaga kualitas konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung mobilitas ekonomi masyarakat secara lebih efektif,” ujarnya.

Dari sisi manfaat, pelaksanaan preservasi jalan nasional memberikan dampak luas bagi masyarakat. Pada sektor ekonomi, keberadaan jalan mantap mampu menekan biaya logistik, mempercepat distribusi barang, serta membuka peluang investasi baru di sekitar koridor jalan nasional. Dari aspek sosial, akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan layanan publik menjadi lebih mudah dijangkau.

Selain itu, kualitas jalan yang baik juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung sektor pariwisata. Infrastruktur jalan nasional yang mantap mempermudah akses menuju destinasi wisata sekaligus mendorong tumbuhnya fasilitas pendukung ekonomi lokal seperti rest area, pusat kuliner, dan usaha masyarakat di sepanjang koridor jalan.

Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun 2026, Satker PJN IV juga melaksanakan penanganan pada sejumlah ruas daerah,
Masyarakat penerima manfaat turut merasakan dampak positif dari peningkatan infrastruktur tersebut, terutama dalam memperlancar distribusi hasil perkebunan, meningkatkan konektivitas kawasan, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran jalan yang lebih baik juga dinilai mampu mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat.

Ke depan, Satker PJN IV Jawa Barat berkomitmen untuk terus menjaga kualitas jaringan jalan nasional melalui preservasi berkelanjutan, penguatan konektivitas wilayah, serta percepatan pembangunan infrastruktur strategis guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di Provinsi Jawa Barat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *