Prioritas

Hingar Bingar Konferensi Asia Afrika Suarakan Kemerdekaan Palestina

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Kota Bandung – Hingar bingar warga kota Bandung kembali padati sepanjang jalan Asia Afrika hingga jalan Braga dalam rangkaian acara Peringatan Konferensi Asia Afrika , Warga kota Bandung begitu antusias menyaksikan berbagai atraksi penampilan tiga rombongan dari Petaling Jaya Malaysia, Fiji, hingga Rwanda serta penampilan seni rombongan yang menampilkan seni dan budaya yang menjadi simbol adat di kota Bandung maupun Jawa Barat lainnya, hal ini tentunya menjadikan tontonan menarik buat orang tua hingga anak- anak . Pada hari Sabtu (11/7/2026).

Agenda tahunan Konferensi Asia Afrika tahun 2026 ini di pastikan akan hadiri 26 Negara bersama para duta besar nya serta
perwakilan kementerian hingga tokoh internasional.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan dalam sambutan nya kehadiran para delegasi tidak hanya mempererat hubungan persahabatan antar negara tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian Kota Bandung.

“Bandung tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Potensi terbesar kita ada pada sektor jasa, pariwisata dan kunjungan wisatawan. Karena itu, penyelenggaraan acara internasional seperti Konferensi Asia Afrika diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Iskandar di Hotel Homan Bandung.

Ada yang menarik dalam agenda konferensi Asia Afrika tahun ini yaitu mengangkat isu kemerdekaan Negara Palestina , Indonesia memang sangat konsisten dalam hal menyuarakan kemerdekaan Negara Palestina sesuai mukadimah pembukaan UUD 45.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung juga terus mendorong pengakuan internasional terhadap Gedung Merdeka sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. melalui penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika secara rutin setiap tahun.

“Kami berharap Konferensi Asia Afrika terus menjadi agenda tahunan sehingga dunia semakin memahami pentingnya peristiwa bersejarah ini. Harapannya, Gedung Merdeka dapat ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi perjalanan diplomasi internasional,” ujarnya Iskandar. (Red)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *