Siti Maryam, Inspirasi Tanpa Batas di Dunia Koperasi ‘dirinya meraih penghargaan dari Presiden RI, Joko Widodo

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. GARUT, – Kiprah Siti Maryam (80) dalam dunia koperasi telah meraih penghargaan yang luar biasa. Dedikasinya yang begitu besar, mengantarkan dirinya meraih penghargaan dari Presiden RI, Joko Widodo, yang disematkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, pada puncak Hari UKM Tahun 2023 di Pamedan Puro Mangkunegaran, Solo, Sabtu (12/8/2023).

Perjalanan Siti Maryam di dunia koperasi dimulai dari pendirian koperasi di Tasikmalaya pada tahun 1975, saat dia mendampingi suaminya yang bertugas di Kodim Tasikmalaya. Dengan semangat, ia memimpin berbagai koperasi, termasuk Koperasi Wanita Lingga Binangkit yang ia dirikan pada tahun 1990 dan telah bertahan hingga sekarang.

“Waktu itu (di) daerah Kecamatan Tawang Desa Cikalang, waktu itu Ibu sempat mendirikan koperasi di sana tahun 1975an lah, lalu pindah ke BPR Garut di sini, itu (koperasi di Tasik) diteruskan oleh pengurus yang lainnya, Alhamdulillah sampai sekarang koperasinya masih berjalan, namanya Koperasi Kelopak Mawar Alhamdulillah,” ujarnya saat diwawancarai di rumahnya, yang berlokasi di Perumahan Lingga Indah, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (14/8/2023).

Setelah membangun koperasi di Tasikmalaya, dirinya kemudian pindah ke Kabupaten Garut bersama sang suami pada tahun 1982. Tak hanya sampai disitu, ia kembali berkiprah di PKK Kelurahan Paminggir dan membangun kembali koperasi di wilayah tersebut, dirinya pun sempat berdedikasi selama 3 tahun di koperasi tersebut.

Selanjutnya, di tahun 1987 dirinya mulai pindah ke Perumahan Pasir Lingga Indah, dan kembali merintis koperasi kembali di tahun 1990, yang masih bertahan sampai saat ini dengan nama Koperasi Wanita Lingga Binangkit yang sudah berbadan hukum sejak tahun 2007. Siti mengatakan, setelah perjalanan panjangnya hingga saat ini dirinya telah merintis 3 koperasi.

Tidak hanya berkiprah di dunia koperasi, Siti Maryam juga aktif di berbagai organisasi, seperti Persatuan Istri Tentara (PERSIT), Dharma Wanita, dan PKK. Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan penataran dan pengajian. Penghargaan yang diterima olehnya merupakan bukti nyata dari dedikasinya yang luar biasa.

“Di sana mungkin dari provinsi menilai ibu dari dinas koperasi diajukan ibu ke provinsi, Alhamdulillah dapat waktu itu dapatnya di Surabaya tahun 2010, waktu itu Menteri Koperasinya ibu Fuad Hasan, Alhamdulillah sekarang juga dapat penghargaan dari bapak presiden di Solo tepatnya gitu,” ucapnya.

Siti mengatakan, Koperasi Wanita Lingga Binangkit berdiri sejak tahun 1990 dan mulai berbadan hukum pada tahun 2007. Awal mula anggota yang bergabung dalam koperasi adah sebanyak 14 orang, Siti memaparkan bahwa saat ini anggota koperasi sudah mencapai 100 orang, itu pun sudah terdapat beberapa anggota koperasi yang keluar karena adanya pandemi Covid-19.

“Mungkin RAT tahun depan ada nambah lagi anggotanya, ibu bukan apa-apa karena di sini mendirikan koperasi dengan masyarakat ingin keluar dari jeratan rentenir dan kan ada yang disebut bank emok,” ujarnya.,

Ia berharap, kedepannya ada generasi penerus yang bisa meneruskan perjuangan dirinya yang sudah sejak lama berkecimpung di dunia koperasi. Siti mengatakan, bahwa generasi muda harus dapat muncul, dan dapat mempertahankan eksistensi koperasi di masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Diskop UKM) Garut, Ridzky Ridznurdhin, menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan seleksi ketat. Siti Maryam diakui sebagai tokoh yang konsisten dalam membangun koperasi sejak tahun 70-an. Usianya yang sudah mencapai 80 tahun tidak menyurutkan semangatnya dalam berkontribusi.

“Kemudian pada akhirnya itu di nilai oleh Tim Sekretariat Kabinet Sekmil yang mengurusi terkait dengan Tanda Jasa dalam penghargaannya,” ucap Ridzky.

Prestasi Siti Maryam menginspirasi banyak orang, terutama generasi muda, untuk turut ambil bagian dalam pembangunan di dunia koperasi. Ia adalah contoh teladan yang mengajarkan tentang semangat, ketekunan, dan dedikasi tanpa batas. Penghargaan ini juga membuktikan bahwa usia bukanlah halangan untuk mencapai prestasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Dia itu tidak pernah lelah begitu ya dengan usia yang sudah mencapai 80 tahun lebih sampai sekarang masih aktif di gerakan koperasi, dan anak-anaknya pun banyak yang aktif di koperasi jadi regenerasinya bagus gitu ya,” lanjutnya.

Kadiskop UKM Garut menuturkan, bahwa Ibu Siti sendiri telah melakukan berbagai pengorbanan baik secara materi, tenaga, dan pikiran. Maka dari itulah, pihaknya memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan penghargaan Satyalancana Wira Karya.

“Kenapa pantas dan layak mendapatkan penghargaan dari Pak Presiden, tidak mudah mencari tokoh koperasi di Garut yang apalagi perempuan, kalau laki-laki nanti banyak mungkin ya yang secara konsisten bertahun-tahun membina itu koperasi, dan koperasi juga masih ada begitu,” ungkapnya saat diwawancara di kantornya yang berlokasi di Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (14/8/2023).

Dengan harapan akan munculnya lebih banyak lagi tokoh seperti Siti Maryam, imbuh Ridzky, generasi muda diharapkan bisa mengambil inspirasi dari perjalanan hidupnya. Penghargaan ini bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga tentang semangat berbagi, memajukan masyarakat, dan menciptakan perubahan positif.

Rika N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *