Sektor 9 Sosialisasi Berkelanjutan Kepada Petani KJA di Wilayah Desa Jati, Kec Saguling

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Bandung Barat, – Kegiatan sosialisasi berkelanjutan satgas Citarum Harum di wilayah sektor 9 kepada peternak Keramba Jaring Apung (KJA) terus diupayakan. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Bongas Kec Cililin, Desa Tanjungjaya Kec Cihampelas, Desa Sarinagen Kec Cipongkor, Desa Mekarsari Cipongkor, Desa Pangauban Kec Batujajar, Desa Cililin Kec Cililin, Kali ini sosialisasi ditutup di Desa Jati Kec Saguling . Senin (31/7/2023).

Karena Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat berhalangan hadir, Pemaparan materi diawali oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, dilanjutkan PT Indonesia Power Saguling, Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Bandung Barat, lalu ditutup oleh pemaparan dari Satgas Citarum Harum sektor 9.

Bpk Toto dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pentahelix.

“Ini merupakan kegiatan bersama, kegiatan seluruh instansi yang masuk ke dalam kelompok kerja (Pokja) 6. Sejauh ini, instansi atau pabrik yang nakal dan melanggar setelah dilakukan teguran ternyata mereka tidak mengindahkan teguran tersebut, maka akan diserahkan ke ranah hukum. Kami berharap bapak-bapak petani KJA bisa mengindahkan teguran, karena ini untuk kebaikan bersama, bukan maksud kami untuk menghilangkan mata pencaharian bapak-bapak sekalian,” terangnya.

Sementara itu, Bpk Novi dari PT Indonesia Power menyampaikan bahwa pihaknya selaku pengelola waduk banyak menerima hal-hal yang dapat merusak/memperpendek umur turbin pembangkit listrik. Seperti sampah yang berasal dari hulu sungai Citarum yang ditampung di waduk Saguling, serta limbah kimia yang dibuang begitu saja oleh pabrik yang tidak memiliki IPAL sesuai baku mutu. Jadi KJA diharapkan tidak menambah permasalahan agar umur turbin pembangkit listrik dapat berusia panjang.

Pada kesempatan yang sama, Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Bandung Barat menegaskan kepada para petani/peternak KJA agar memiliki paguyuban.

“Kec Saguling dan Kec Cipongkor masuk ke zona merah. Selain itu di lapangan kerap kali terjadi aktivitas penangkapan ikan (ilegal fishing) seperti meracun. Ketika bapak-bapak mau menegur bingung kan harus lapor ke mana? Nah makanya penting dibuat paguyuban sebagai sarana organisasi kemasyarakatan dan untuk mempermudah akses komunikasi dengan pemerintah kab Bandung Barat,” tegasnya.

Mewakili Dansektor 9, Pasi Ops Lettu Inf Suryana menuturkan bahwa pendataan KJA penting dilakukan.

“Data detailnya harus tercatat, yang real jadi kelihatan. Dan yang diprioritaskan untuk ditertibkan adalah KJA yang mangkrak, tidak terurus, over kapasitas, serta tidak memenuhi baku mutu,” pungkasnya.

Kegiatan dihadiri oleh muspika setempat, Kades Jati, Kades Saguling, Kades Cipangeran, Babinsa, Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, PT Indonesia Power Saguling, Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Bandung Barat, Satgas Citarum Harum sektor 9, para peternak/petani KJA wilayah Desa Jati, Desa Saguling, dan Desa Cipangeran.

(Intan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *