Sektor 7 Citarum Harum Gercep Angkat Sampah Sungai Citepus Gunakan Alat Berat

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Kab Bandung, – Sigap atasi sampah kiriman yang masuk ke aliran sungai besar, Sektor 7 Citarum Harum gunakan unit alat berat, keruk semua sampah yang tersangkut di jembatan Sungai Citepus. Rabu 6 Maret 2023.

Diduga sampah yang masuk adalah kiriman dari Kota Bandung terbawa oleh kuatnya dorongan arus air saat terjadi hujan, hal ini kerap terjadi karena sejatinya air akan mengalir dari hulu ke hilir, artinya dari titik tinggi ke titik rendah.

Walau masalah sampah di sungai merupakan masalah klasik, karena pola disiplin dan kesadaran masyarakat yang kurang, yang menjadikan luapan sungai ajang pembuangan sampah, yang terjadi adalah, penumpukan sampah di titik tertentu.

Salah satunya adalah sungai Citepus yang berada di Kp Bojong Citepus, Desa, Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menjadi target sasar pencari artikel, konten dan berita untuk mengabarkan bahwa Citarum merupakan Sungai Paling Tercemar di Dunia.

Berdasar kan hasil riset dan statemen mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahwa untuk saat ini Sungai Citarum menyandang predikat Sungai Tercemar Ringan, mengingat sejak diturunkannya Perpres No. 15 Tahun 2018, Satgas Citarum Harum terus bergerak secara pentahelix mengatasi permasalahan yang ada pada daerah aliran Sungai.

Bahkan untuk permasalahan limbah pun Satgas Citarum Harum sudah sangat tegas menjalankan tugasnya, mendatangi dan melakukan sidak ke para pelaku usaha serta dengan tegas meberikan sanksi kepada pelanggar juga pengawasan secara rutin.

Saat di konfirmasi terkait kesigapan Sektor 7 Citarum Harum dalam mengatasi masalah sampah di Sungai Citepus Dansektor 7 Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si mengatakan, sungai ini memang terkadang menjadi target sasar bagi para pencari artikel dan berita karena di sungai ini ada sebuah jembatan yang di mana saat sampah terbawa arus posisi air melebihi jembatan dan yang terjadi adalah endapan sampah, dan terlihat seakan lautan sampah.

“Namun perlu diketahui hal ini tidak bersifat permanen, melainkan temporer karena di saat air surut maka sampah yang menumpuk secara otomatis terbawa arus dan masuk ke sungai besar, jika dikatakan bahwa di sungai citepus merupakan lautan sampah itu tidak benar, karena jika bahasanya lautan sampah artinya kejadiannya memang pembiaran tanpa ada yang dikerjakan” ucapnya.

Korve, lanjut Nurnjanah selalu kami galakkan, terlebih jika musim penghujan, sasaran kami ke sungai Citepus tentunya menjadi perhatian khusus, seperti yang sedang kami lakukan pembersihan hari ini, kami turunkan unit excavator untuk mengangkat sampah yang menumpuk.

“Bahkan dengan bantuan dukungan alat berat dan truk pengangkut sampah, hal ini tidak membutuhkan waktu yang lama, kami gerak cepat mengatasinya, tentunya kami juga ucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang menginformasikan titik rawan tumpukan sampah, artinya di saat warga tidak bisa secara mandiri membersihkan, warga bisa koordinasi ke kami Sektor 7 Citarum Harum agar apa yang menjadi permasalahan dapst segera di atasi dan di antisipasi,” ujar Nurjanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *