Sektor 7 Citarum Harum Cek Ipal PT. Idaman Eramandiri Jl. Cisirung Kabupaten Bandung

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Kab Bandung,- Satuan Tugas Sektor 7 Citarum Harm laksanakan pengawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah PT Idaman Eramandiri yang berlokasi di PT. Idaman Eramandiri Jl. Cisirung No. 97 KM. 6 RT. 06/09 Kelurahan Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Selasa 12 Maret 2024.

Terpantau, Dansektor 7 Satgas Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si saat memasuki PT Idaman Eramandiri langsung disambut baik oleh Wacih Suarsih (Kabag pga/umum/K3L).

Di ketahui bahwa PT Idaman Eramandiri berdiri sejak tahun 1992 dan mulai produksi sekitar tahun 1994 menggeluti bidang Pembuatan Benang Jahit Industri (Manufacturing of Industrial Sewing Thread).

Dalam pengawasannya Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat yang di dampingi langsung perwakilan pabrik memasuki kawasan Instalasi Pengolahan Air limbah (Ipal) secara mendetail, dan melihat secara langsung mesin pengeloaan yang ada di area tersebut.

Hasil dari pengawasan walau sidah baik namun ada beberapa PR yang harus di tingkatkan oleh PT Idaman Eramandiri terkait pengolahan air limbahnya, dan dari pihak PT Idaman Eramandiri sangat menyadari akan kekurangan tersebut sehingga akan lebih ditingkatkan pengolahan limbah yang selama ini sudah di katakan standar bakumutu dan aturan yang di tetapkan pemerintah.

Usai pengawasan di area IPAL Dansektor mengatakan, kami melakukan pengawasan ke pabrik-pabrik dan bantaran sekitar sungai dari sampah sampai kepada limbah.

Kebetulan hari ini kami mendatangi Pabrik PT. Idaman Eramandiri atau IEM, pada intinya perusahaaan ini sudah komit, karna kami lihat dari awal sampai terakhir, terutama pemilihan bahan baku untuk pewarna untuk pemintalan benang ini memang sudah ramah lingkungan.

“Untuk itu kami selaku Satgas menghimbau kepada para pengusaha untuk lebih memilih bahan-bahan kimia yang betul-betul amat sangat ramah lingkungan, karna akan berefek bagus kepada sungai terutama akan menjaga hal-hal baik itu baik air atau tanahnya”, ucapnya.

Karna apa, sambung Nurjanah, hal yang dipilih dari seluruh perusahaan diharapkan yang seperti itu untuk memiilih bahan-bahan kimia yang betul-betul amat sangat ramah lingkungan.

“Tadi kami sudah melihat IPALnya sudah standar bakumutu, tapi memang ada sedikit perlu perbaikan, memang untuk evaluasi kita kedepannya, tapi secara keseluruhan sudah bagus”, tandas Nurjanah Suat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *