Sektor 7 Citarum Harum Atasi Tumpukan Sampah kiriman Di jembatan Sungai Citepus

Bagikan berita:

Media Jabar. Net. Kab Bandung, – Atasi permasalahan sampah yang kerap menumpuk akibat tersangkut pada salah satu jembatan Sungai Citepus yang berada di Kp Bojong Citepus, Desa, Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung wilayah kerja Sektor 7 Citarum Harum Sub 1.

Staf Kemenko Marves, DLH Provinsi dan BBWS Citarum lakukan peninjauan secara langsung guna mengetahui penyebab terjadinya penumpukan sampah yang sempat di viralkan oleh salah satu media, bahwa Citarum merupakan sungai paling tercemar di dunia.

Namun fakta dilapangan, foto unggahan merupakan wilayah sungai Citepus yang memang pada dasarnya mendekati bibir sungai Citarum, adapun tumpukan sampah yang terjadi adalah bersifat temporer, yang dimana mengikuti debit air, saat air surut maka secara otomatis sampah yang ada ikut terseret arus dan masuk ke sungai Citarum.

Untuk mengantisipasi itu semua, maka peninjauan secara seriuspun dilakukan dan akan segera dikoordinasikan dengan pihak berwenang dan terkait guna mangatasi permasalahan sampah yang ada di sungai Citepus.

Pada kesempatannya Jum’at 8 Maret 2024, saat ditemui di Posko Utama Komandan Sektor 7 Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si menyampaikan, sejak musim penghujan, memang banyak kiriman sampah dari hulu, kami Sektor 7 tentunya tidak tinggal diam, terus berupaya membersihkannya baik secara manual maupun menurunkan alat berat guna mempercepat pengangkatan sampah.

“Namun kami kerap mendapatkan kendala dilapangan, karena sifatnya temporer sehingga sampah yang ada di sungai Citepus terus berdatangan seakan tidak ada habisnya, terlebih jika dari arah perkotaan hujan deras, sudah pasti sampah akan tersangkut pada jembatan sungai Citepus,” ucap Dansektor.

Masih kata Nurjanah, kehadiran dari Staf Kemenko Marves, BBWS Citarum dan DLH Provinsi Jabar, tentunya untuk sama-sama mencari solusi, agar permasalahan sampah yang hadir di sungai Citepus tidak lagi tertumpuk di salah satu titik, dan juga tidak masuk ke Sungai Citarum.

“Harapan kami adalah, kolaborasi pentahelix yang sudah terbangun ini, semoga membuahkan hasil dan tentunya memberikan solusi terbaik dalam mengatasi dan penangan sampah di aliran sungai khususnya di Sungai Citepus yang sekarang memang sedang terjadi penumpukan sampah,” ujar Dansektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *