Sektor 7 Citarum Harum Atasi Samapah Dengan Motah-1 Siliwangi

Bagikan berita:

Sampah Habis Di Desa, Sektor 7 Citarum Harum Sosialisasikan Solusi Penanganannya

Media Jabar. Net. Kab Bandung, – Upaya mengatasi permasalahan sampah yang ada di wilayah kerja Sektor 7 Citarum Haum, Dansektor 7 Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si lakukan koordinasi bersama unsur kewilayahan Kelurahan Sulaiman perihal penanganan sampah domestik.

Terpantau Dansektor 7 Citarum Harum nampak di sambut baik dan langsung berikan paparan terkait maksud dan tujuan kedatangannya ke wilayah tersebut.

Sampah yang selama ini menjadi masalah klasik terbesar yang sulit untuk dapat benar-benar dihilangkan, berbagai usaha dan upaya terus dilakukan guna mengatasi permasalaha tersebut.

Dengan hadirnya mesin canggih pembakaran sampah atau biasa di sebut Mesin Olah Runtah (Motah 1) Siliwangi, Sektor 7 Citarum Harum terus mensosialisasikan inovasi tersebut guna mengurangi dampak limbah/sampah domestik yang sudah benar-benar tidak memiliki nilai secara ekonomi.

Dapat diketahui bahwa Motah-1 yaitu Mesin Pembakaran Sampah, mesin ini memiliki beberapa keunggulan yang diantaranya yaitu Hemat Energi Tidak Menggunakan Bahan Bakar, Suhu Pembakaran Tinggi Hingga Mencapai 1000°C, Kapasitas Pembakaran Sampai dengan 500-Kg/Jam, Instalasi dan Perawatan Mudah, Material Berkualitas Tinggi.

Untuk saat ini Mesin tersebut berada di wilayah kerja Sektor 7 Citarum Harum tepatnya ada di Parks Carik, Jl. Cisirung No.97, d
Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sabtu, 30 Maret 2024, Didampingi oleh Direktur PT. Sparta Guna Sentosa Gani Gunawan, Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat pada giatnya menyebutkan, kedatangan kami tentunya untuk mengajak kepada pengurus dan penggiat lingkungan kewilayahan untuk berkolaborasi dalam mengatasi permasalahan sampah yang ada di masing-masing wilayah.

“Hadirnya Motah di Desa Cangkuang Wetan, harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama terkait mengatasi permasalahan sampah, jangan sampai warga kebingungan saat terjadi keterlambatan pengangkutan harus kemana membuangnya,” ucap Nurjanah.

Namun disisi lain, lanjut Dansektor, kami tekan kan agar di setiap wilayah juga memiliki tenaga pekerja atau yang dipekerjakan untuk dapat memilah dan memilih sampah yang akan dimusnahkan, jangan sampai yang masih bisa di olah dan dimanfaatkan termusnahkan oleh Motah.

“Pada dasarnya kehadiran Motah jangan di sia-sia kan dan harus benar-benar dirasakan manfaatnya, dan berharap mesin ini juga dapat meningkatkan ekonomi para pegelola dan pekerja, karena banyak hal yang bisa dihasilkan dengan hadirnya Mesin Olah Runtah 1 Siliwangi yang berada di Desa Cangkuang tersebut,” ujar Dansektor 7.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *